Lumajang, – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman super flu yang dinilai lebih mudah menular dan berpotensi menimbulkan gejala lebih berat dibandingkan flu musiman.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang, dr. Marshal Trihandono, menyampaikan disiplin menerapkan protokol kesehatan menjadi langkah penting dalam menekan laju penularan super flu.
“Super flu disebabkan oleh varian virus influenza yang mengalami mutasi sehingga lebih mudah menyebar. Karena itu, penerapan protokol kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat harus kembali diperkuat,” kata dia, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan, langkah pencegahan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menggunakan masker terutama di tempat umum atau saat kondisi tubuh menurun, serta menerapkan etika batuk dan bersin yang benar terbukti efektif menurunkan risiko penularan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menghindari menyentuh wajah sebelum tangan bersih serta membatasi aktivitas di tempat ramai ketika sedang tidak sehat. Kebiasaan tersebut dinilai sering diabaikan, padahal memiliki peran penting dalam memutus rantai penularan penyakit infeksi saluran pernapasan.
Pada sisi penguatan daya tahan tubuh, ia mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup istirahat, berolahraga secara teratur, dan mengelola stres.
“Imunitas yang baik membuat tubuh lebih siap melawan infeksi, termasuk varian influenza yang bermutasi,” tambahnya.
Terkait penanganan, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu berat seperti demam tinggi, sesak napas, nyeri otot berlebihan, atau kelelahan ekstrem.
Deteksi dini dinilai krusial untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lebih parah dan mengurangi risiko komplikasi.
“Jangan menganggap remeh gejala flu yang tidak biasa. Penanganan yang cepat sangat menentukan proses penyembuhan,” tegasnya.
Ia juga menyarankan penderita dengan gejala flu berat untuk melakukan isolasi mandiri selama masa sakit sebagai upaya memutus rantai penularan, khususnya di lingkungan keluarga, sekolah, dan tempat kerja.
Tinggalkan Balasan