Lumajang, – Gunung Semeru, yang terletak di Lumajang dan Malang, Jawa Timur, pada Minggu (1/2/2026) malam terlihat tertutup kabut tebal.
Menurut laporan Pos Pengamatan Gunungapi Semeru dari PVMBG, visual gunung sebagian besar tertutup kabut dengan level kabut 0–III, sehingga letusan asap tidak dapat diamati secara langsung.
Meskipun demikian, data kegempaan menunjukkan aktivitas vulkanik yang masih tercatat. Pada periode pengamatan 31 Januari pukul 18.00 hingga 24.00 WIB, tercatat 21 kali letusan dengan amplitudo 11–22 mm dan durasi 83–108 detik, serta beberapa aktivitas guguran, hembusan, dan tremor harmonik.
Cuaca di sekitar gunung berawan, mendung, dan hujan, dengan angin lemah bertiup ke arah selatan. Suhu udara tercatat 20–22°C.
Berdasaekan laporan dari PVMBG, Gunung Semeru tetap berada pada Level III (Siaga). Masyarakat dan pengunjung diimbau untuk, tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.
Tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah karena berpotensi terkena lontaran batu pijar, serta waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di aliran sungai berhulu di puncak gunung, termasuk Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
“Walaupun letusan tidak terlihat, aktivitas vulkanik tetap terpantau. Masyarakat dihimbau tetap waspada dan mengikuti arahan resmi,” jelas pengama Liswanto, penyusun laporan pengamatan.
Tinggalkan Balasan