Tak Ada Jembatan, Tak Ada Rumah Baru, Sikap Tegas Pemkab Lumajang untuk Sumberlangsep - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Nasional · 1 Mar 2026 10:24 WIB ·

Tak Ada Jembatan, Tak Ada Rumah Baru, Sikap Tegas Pemkab Lumajang untuk Sumberlangsep


 Tak Ada Jembatan, Tak Ada Rumah Baru, Sikap Tegas Pemkab Lumajang untuk Sumberlangsep Perbesar

Lumajang, – Dusun Sumberlangsep kini bak pulau kecil yang terperangkap di tengah ancaman lahar Gunung Semeru. Jembatan limpas di atas Sungai Regoyo yang terputus akibat banjir lahar hujan membuat akses keluar-masuk dusun lumpuh total. Sebanyak 135 kepala keluarga terisolasi, menggantungkan harapan pada kondisi alam yang tak menentu.

Banjir lahar yang terjadi pada 5-6 Desember 2025 meninggalkan jejak kehancuran. Material pasir, batu, dan lumpur menimbun sebagian rumah warga. Pekarangan berubah menjadi hamparan abu mengeras, sementara suara gemuruh Sungai Regoyo menjadi alarm alami yang menandakan ancaman belum usai.

Untuk keluar dusun, warga terpaksa menyeberangi aliran sungai yang sewaktu-waktu bisa kembali membawa material vulkanik dari puncak Semeru. Aktivitas ekonomi tersendat, distribusi kebutuhan pokok terhambat, dan rasa waswas menjadi bagian dari keseharian.

Pemerintah daerah memastikan tak akan ada pembangunan kembali di kawasan yang telah berstatus Kawasan Rawan Bencana (KRB) III atau zona merah.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan membangun jembatan baru sama saja membuka kembali akses menuju bahaya.

“Kalau difasilitasi jembatan, itu berarti memberi ruang aktivitas di zona merah,” katanya, Minggu (1/3/2026).

Karena itu, relokasi menjadi solusi tunggal yang ditawarkan pemerintah. Lokasi baru dijanjikan tetap berada tak jauh dari permukiman lama agar warga masih dapat mengakses kebun sebagai sumber penghidupan.

“Warga Sumberlangsep mau tidak mau, suka tidak suka, di sana sudah masuk zona merah, jadi tidak mungkin pemerintah membangunkan (rumah) disana,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Semeru 2021 ke 2025, Rumah Kosong BSD Akan Dialihkan untuk Korban Baru

1 Maret 2026 - 10:53 WIB

Langkah Strategis VDRR S4, Koordinasi BBWS dan Desa Sumberwuluh untuk Perlindungan Warga

27 Februari 2026 - 14:57 WIB

Boleh Bertani, Wajib Pulang ke Huntap, Skema Relokasi Fleksibel ala Pemkab Lumajang

27 Februari 2026 - 11:06 WIB

Tolak Relokasi? Warga Diminta Tanda Tangan Surat Pernyataan

27 Februari 2026 - 11:00 WIB

PT KAI Daop 9 Jember Tawarkan Diskon 30 Persen Hingga 29 Maret 2026

26 Februari 2026 - 11:33 WIB

Kolom Abu 3.000 Meter, Erupsi Semeru Masih Berlangsung

24 Februari 2026 - 17:51 WIB

Trending di Nasional