Lumajang, – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang mencatat puluhan kasus yang masuk dalam kategori suspek campak sepanjang awal tahun ini.
Hingga saat ini, kasus tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan diagnosisnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Lumajang, dr. Marshal Trihandono, mengungkapkan bahwa sampai minggu ke-10 tahun ini jumlah suspek campak tercatat sebanyak 45 kasus.
“Data kami sampai minggu ke-10 di tahun ini untuk jumlah suspek campak ada 45 kasus,” katanya, Senin (16/3/2026).
Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan apakah kasus tersebut benar-benar positif campak karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya.
“Hasil laboratoriumnya masih menunggu dari BBLKM Surabaya. Sehingga untuk yang positif campak secara laboratorium masih belum ada,” jelas Marshal.
Tinggalkan Balasan