Lumajang, – Lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Lebaran 2026 membawa perhatian serius pada aspek keselamatan, khususnya di jalur perlintasan kereta api di Kabupaten Lumajang.
Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember, tercatat terdapat 29 jalur perlintasan langsung (JPL) di wilayah Lumajang. Dari jumlah tersebut, tujuh titik di antaranya masih belum dilengkapi palang pintu atau belum memiliki penjagaan tetap.
Kondisi ini dinilai cukup rawan, terlebih pada periode arus mudik dan balik Lebaran yang mengalami peningkatan signifikan.
Sejak awal arus mudik, jumlah penumpang kereta api tercatat telah mencapai lebih dari 118.881 orang. Sementara saat arus balik, lonjakan penumpang dalam satu hari bahkan bisa menyentuh angka 13 ribu orang.
Kepala Dinas Perhubungan Lumajang, Rasmin, menyebut pihaknya telah melakukan langkah antisipasi guna menekan potensi risiko kecelakaan di perlintasan tersebut. Salah satunya dengan menyiagakan 33 petugas jaga lintasan (PJL) tambahan di titik-titik rawan.
“Sebanyak 33 PJL ekstra kami tugaskan, terdiri dari 27 relawan dan 6 tenaga P3K paruh waktu,” katanya, Junat (27/3/2026).
Menurutnya, penjagaan dilakukan secara intensif selama 24 jam penuh dengan sistem dua shift, yakni siang dan malam, hingga puncak arus balik Lebaran berakhir.
Tinggalkan Balasan