Wisata Kupatan Lumajang Dampak Ekonomi yang Positif - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 29 Mar 2026 18:11 WIB ·

Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat


 Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Perbesar

LUMAJANG – Tradisi Kupatan di Kabupaten Lumajang kembali membuktikan perannya sebagai penggerak ekonomi rakyat. Dalam momentum tersebut, ribuan masyarakat memadati Pantai Bambang dan Pantai Mbah Drajid, Sabtu (28/3/2026), sehingga menciptakan lonjakan aktivitas yang signifikan.

Kepadatan pengunjung bahkan melampaui hari pertama Idulfitri. Dengan kondisi ini, Kupatan tidak lagi sekadar perayaan budaya, tetapi telah berkembang menjadi fenomena ekonomi yang nyata.

Lonjakan Wisata Picu Perputaran Ekonomi

Di sepanjang kawasan pantai, aktivitas ekonomi tumbuh secara serentak. Pedagang makanan, jasa parkir, hingga penyewaan tikar merasakan peningkatan pendapatan dalam waktu singkat.

Hal ini menunjukkan kuatnya efek berganda dari sektor pariwisata berbasis tradisi.

UMKM Rasakan Dampak Langsung

Cerita tersebut terlihat dari Buamat, pedagang cilok yang dagangannya hampir habis hanya dalam hitungan jam.

“Alhamdulillah, ramai sekali. Biasanya sampai sore, sekarang siang sudah hampir habis,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, Kupatan membuka peluang ekonomi langsung bagi masyarakat kecil tanpa bergantung pada skala usaha besar.

Tradisi Jadi Kekuatan Ekonomi

Lebih dari itu, fenomena ini menunjukkan bahwa pariwisata berbasis budaya memiliki daya tahan yang kuat. Tradisi yang hidup di masyarakat mampu menarik pergerakan ekonomi secara alami.

Ketupat yang dibawa dari rumah tidak hanya menjadi makanan, tetapi juga simbol kebersamaan yang memperkuat interaksi sosial.

Daya Tarik Lumajang Semakin Kuat

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menilai Kupatan sebagai momentum strategis yang perlu dikelola lebih terarah.

“Antusias masyarakat luar biasa. Kupatan ini selalu menjadi puncak kunjungan,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran wisatawan dari berbagai daerah menjadi indikator kuat bahwa Lumajang memiliki daya saing di sektor pariwisata.

Efek Ekonomi Meluas ke Berbagai Sektor

Arus kunjungan wisatawan tidak hanya berdampak pada pedagang kecil. Di sisi lain, sektor transportasi, kuliner, dan jasa juga ikut terdorong.

“Lumajang memiliki potensi lengkap. Ini harus kita kelola bersama agar manfaatnya semakin luas,” tambahnya.

Pengelolaan Wisata Harus Diperkuat

Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa tren wisata lokal harus diimbangi dengan pengelolaan destinasi yang lebih baik.

“Minat wisata lokal terus meningkat. Ini peluang untuk mendorong ekonomi daerah,” ungkapnya.

Stabilitas dan Keamanan Jadi Penopang

Sementara itu, aparat gabungan memastikan pengamanan berjalan optimal. Stabilitas dan kenyamanan menjadi faktor penting agar pengalaman wisata tetap positif.

Kupatan Jadi Energi Ekonomi Daerah

Pada akhirnya, Kupatan di Lumajang menjadi contoh nyata bagaimana tradisi, pariwisata, dan ekonomi saling terhubung.

Momentum ini tidak hanya menghadirkan keramaian, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang langsung dirasakan masyarakat.

Dari pesisir selatan Lumajang, terlihat jelas bahwa kekuatan lokal mampu menjadi fondasi pembangunan.

Kupatan bukan sekadar tradisi tahunan. Ia adalah energi sosial dan ekonomi yang terus hidup, menggerakkan, dan memperkuat Lumajang dari akar masyarakatnya.

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari 864.599 Rekam Dinamis KTP, Baru 44.975 Warga Lumajang Gunakan IKD

30 September 2026 - 12:05 WIB

1.600 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Berapa yang Lolos Verifikasi?

30 September 2026 - 11:50 WIB

Perbaikan Jalan Lumajang Mencapai Rp60 Miliar, Kok Bisa?

30 September 2026 - 08:41 WIB

29 Persen Jalan Tertangani, Lumajang Terus Percepat Perbaikan Infrastruktur

30 September 2026 - 07:32 WIB

110 Ruas Masuk Kategori Rusak Berat, Pemkab Lumajang Prioritaskan Tempeh-Gesang

30 September 2026 - 07:30 WIB

110 Ruas Jalan di Lumajang Rusak Berat, Total Panjang Jalan Kabupaten Capai 1.090 Kilometer

29 September 2026 - 17:12 WIB

Trending di Daerah