Untuk Pertama Kali, MBG Sistem Prasmanan Diuji di Kota Malang - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 3 Apr 2026 18:14 WIB ·

Untuk Pertama Kali, MBG Sistem Prasmanan Diuji di Kota Malang


 Untuk Pertama Kali, MBG Sistem Prasmanan Diuji di Kota Malang Perbesar

Malang, – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan untuk pertama kalinya diuji coba di Kota Malang.

Uji coba tersebut dilaksanakan di MIN 2 Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (2/4/2025), sebagai bagian dari evaluasi pola distribusi makanan bagi siswa.

Skema prasmanan ini diterapkan bertepatan dengan momen halalbihalal di lingkungan sekolah. Selain menyesuaikan momentum kegiatan, metode ini juga diharapkan mampu memberikan variasi menu sekaligus menjaga kualitas makanan tetap segar saat dikonsumsi.

Kepala SPPG Kota Malang Sukun, Gadang 2, Ita Herlistyawati, mengatakan bahwa uji coba ini merupakan tindak lanjut arahan dari pemerintah pusat agar sekolah dapat menyesuaikan penyajian MBG dengan kegiatan yang berlangsung.

“Iya, jadi arahan dari Bapak Kabadan melalui Zoom meeting di hari Jumat kemarin, kita dianjurkan untuk kalau misal memang di sekolah ini ada halalbihalal, kita menyediakan makanan MBG-nya itu dalam bentuk prasmanan. Sekalian untuk uji coba apakah sistem ini efektif atau tidak,” kata Ita, Jumat (3/4/2026).

Dalam pelaksanaan perdana ini, SPPG menyediakan sekitar 1.300 porsi makanan bagi siswa dan tenaga pendidik. Menu yang disajikan bernuansa Lebaran, seperti ayam, krecek, sayur labu siam, tempe, telur kecap, hingga es buah.

Untuk menjaga ketertiban, siswa mengambil makanan secara mandiri melalui lima jalur antrean yang telah diatur. Sebanyak 47 petugas dikerahkan untuk mengawasi proses distribusi agar porsi tetap terkendali.

“Iya, itu kita dari tim SPPG juga ada pengawasnya. Jadi ada tim pemorsian yang mengawasi jalannya anak-anak dalam pengambilan makanan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pendidikan Indonesia (SPPI) Kota Malang, Athoillah, menegaskan bahwa aspek keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama dalam uji coba ini.

“Setiap relawan yang terlibat tetap mengutamakan food safety, keamanan pangan, dan penggunaan APD, sehingga kualitas makanan tetap terjaga,” kata Athoillah.

Ia menambahkan, pengendalian gizi juga dilakukan dengan menggunakan sendok takar yang diawasi oleh tenaga ahli gizi guna memastikan setiap siswa mendapatkan asupan sesuai standar.

“Untuk kontrol gizi, tentunya ada takaran porsinya dan dipantau langsung oleh ahli gizi dalam uji coba ini,” tambahnya.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang turut meninjau langsung pelaksanaan uji coba, menilai sistem prasmanan memberikan pengalaman berbeda bagi siswa. Menurutnya, siswa lebih leluasa dalam menentukan porsi makanan.

“Tadi saya sempat berdialog dengan siswa, dan memang dengan prasmanan ini kelebihannya menu lebih hangat, porsinya bisa lebih banyak, dan menunya bervariasi,” ujar Wahyu.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kawendra Lukistian Dapat Amanat di PBNU, Ini Semangat yang Dibawanya hingga 2031

1 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Detik-detik Gunung Semeru Keluarkan Dentuman Keras, Terekam CCTV BPBD Lumajang

29 September 2026 - 11:32 WIB

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Karhutla Blok Metigi Renteng Belum Sepenuhnya Tuntas, Asap Masih Terlihat di Medan Curam

14 September 2026 - 19:44 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan

14 September 2026 - 14:00 WIB

Trending di Nasional