Lumajang, – Penanganan kasus dugaan pungutan liar (pungli) di kawasan wisata Air Terjun Tumpak Sewu dan Coban Sewu masih terus berjalan.
Hingga saat ini, polisi belum melakukan penahanan terhadap pihak-pihak yang diperiksa dan memilih bersikap hati-hati dalam mengungkap kasus tersebut.
Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, menegaskan bahwa proses pemeriksaan masih berada pada tahap pendalaman.
Empat orang yang sebelumnya diamankan dalam operasi penertiban kini masih berstatus sebagai pihak yang dimintai keterangan dan diwajibkan menjalani pemeriksaan rutin.
“Mereka masih menjalani pemeriksaan intensif dan belum dilakukan penahanan,” kata Alex, Jumat (17/4/2026).
Ia menyebut, dari hasil pemeriksaan awal serta koordinasi saat olah tempat kejadian perkara (TKP), belum ditemukan adanya unsur pemaksaan terhadap wisatawan, seperti yang sempat menjadi kekhawatiran publik.
“Tidak ada unsur pemaksaan, dan sampai saat ini kami juga tidak melakukan penahanan terhadap pihak-pihak yang diperiksa,” katanya.
Menurutnya, kepolisian tidak ingin terburu-buru dalam menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta terkumpul secara utuh.
“Kami tetap berhati-hati dan tidak gegabah dalam mengambil kesimpulan sebelum seluruh proses pemeriksaan rampung,” tegasnya.
Kasus ini sendiri bermula dari laporan dugaan pungli di kawasan sempadan antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Lokasi yang berada di wilayah perbatasan tersebut menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan perkara.
Meski demikian, Alex memastikan bahwa Polri memiliki kewenangan untuk menangani kasus tersebut.
“Polri memiliki kewenangan di seluruh wilayah Republik Indonesia,” ujarnya.
Saat ini, penyidik masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan fakta-fakta yang ada, termasuk menentukan locus delicti atau lokasi pasti terjadinya dugaan tindak pidana.
Hasil dari gelar perkara nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah hukum selanjutnya, termasuk kemungkinan pelimpahan perkara ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kita tunggu hasil gelar perkara. Dari situ akan terlihat apakah kasus ini dilanjutkan atau dilimpahkan, termasuk kemungkinan penanganan di tingkat Polda Jawa Timur,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan