Kesiapan Kemarau Lumajang dalam Menghadapi Tantangan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 26 Apr 2026 18:17 WIB ·

Hadapi Kemarau 2026, Bunda Indah Sinkronkan Kebijakan dan Perkuat Kesiapan Pertanian Lumajang


 Hadapi Kemarau 2026, Bunda Indah Sinkronkan Kebijakan dan Perkuat Kesiapan Pertanian Lumajang Perbesar

Sinkronisasi Kebijakan Hadapi Ancaman Kemarau

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan pentingnya langkah antisipatif untuk menjaga sektor pertanian menjelang musim kemarau 2026. Ia menyampaikan hal tersebut usai mengikuti rapat koordinasi mitigasi kekeringan di Kementerian Pertanian RI, Senin (20/4/2026).

Rapat ini menjadi ruang sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, forum tersebut membahas langkah menghadapi potensi berkurangnya ketersediaan air di lahan pertanian.

Berdasarkan data BMKG, musim kemarau 2026 diperkirakan datang lebih awal dan berlangsung lebih kering. Karena itu, pemerintah perlu meningkatkan kesiapsiagaan lintas sektor sejak dini.


Pemetaan Lahan dan Pola Tanam Adaptif

Menanggapi kondisi tersebut, Pemkab Lumajang menjadikan data iklim sebagai dasar perencanaan pertanian. Dengan pendekatan ini, pemerintah dapat menentukan langkah yang lebih tepat.

Langkah awal difokuskan pada pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air. Selanjutnya, pemerintah menyesuaikan pola tanam agar tetap produktif meski menghadapi keterbatasan air.

Selain itu, pemerintah memperkuat koordinasi dengan penyuluh pertanian dan kelompok tani. Dengan cara ini, informasi perubahan cuaca dapat diterima lebih cepat oleh petani.

“Pendampingan menjadi kunci agar petani bisa merespons perubahan tanpa mengganggu produksi,” jelasnya.


Perkuat Sistem Pendukung dan Kolaborasi

Pemerintah juga menyiapkan sistem pendukung pertanian secara menyeluruh. Upaya ini mencakup pengelolaan irigasi, distribusi air, dan pemanfaatan sumber daya secara efisien.

Di sisi lain, hasil rapat nasional akan menjadi acuan dalam menyusun kebijakan daerah. Dengan demikian, langkah daerah tetap selaras dengan arah kebijakan nasional.

Pendekatan ini menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, sektor pertanian harus beradaptasi dengan perubahan iklim.

“Pertanian harus tetap berjalan, tetapi dengan cara yang lebih adaptif,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi antara pusat dan daerah. Pemerintah pusat menyediakan data dan kebijakan, sementara daerah memastikan implementasi di lapangan.


Jaga Stabilitas Pertanian dan Ketahanan Pangan

Bagi Lumajang, langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi daerah. Sektor pertanian tetap menjadi penopang utama yang harus dijaga.

Dengan perencanaan yang terukur dan koordinasi yang kuat, Pemkab Lumajang berupaya memastikan produksi pertanian tetap berjalan.

Pada akhirnya, kesiapan menghadapi kemarau tidak hanya menjaga hasil panen. Lebih dari itu, langkah ini juga memperkuat ketahanan pangan dan keberlanjutan ekonomi daerah.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mobil Dinas Pejabat Lumajang Dikandangkan, Tak Boleh Lagi Dibawa Pulang

12 Juni 2026 - 13:19 WIB

Pemkab Lumajang Fokuskan Anggaran ke Program Prioritas di Tengah Kenaikan Harga BBM

11 Juni 2026 - 10:38 WIB

MPM Honda Jatim Edukasi Keselamatan Berkendara kepada Siswa SD di Lumajang

10 Juni 2026 - 15:30 WIB

Pemkab Lumajang Akan Konsultasi ke Kemendagri soal Dampak Kenaikan BBM Non-Subsidi

10 Juni 2026 - 14:51 WIB

Bupati Lumajang Ingatkan Kepala SPPG Jalankan Program MBG Sesuai Aturan

10 Juni 2026 - 14:32 WIB

SPAM Regional Lumajang Ditargetkan Aliri 2.791 Rumah pada Akhir 2026

10 Juni 2026 - 08:42 WIB

Trending di Daerah