Ikatan Emosional Peternak dan Sapi Kurban Presiden: Saya Anggap Keluarga Sendiri - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 23 Mei 2026 13:56 WIB ·

Ikatan Emosional Peternak dan Sapi Kurban Presiden: Saya Anggap Keluarga Sendiri


 Ikatan Emosional Peternak dan Sapi Kurban Presiden: Saya Anggap Keluarga Sendiri Perbesar

Lumajang, – Di balik tubuh besar sapi kurban milik Presiden RI Prabowo Subianto yang memiliki bobot lebih dari satu ton, tersimpan kisah haru seorang peternak muda asal Kabupaten Lumajang.

Bukan sekadar hewan ternak, sapi itu telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sang pemilik.

Adalah Rehan Zaki Pratama, warga Desa Karangsari, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, yang selama tiga tahun terakhir merawat sapi jenis Simental Cross tersebut hingga akhirnya dipilih menjadi hewan kurban Presiden pada Idul Adha 2026.

Bagi Rehan, kabar sapinya dibeli Presiden menjadi kebanggaan besar yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Namun di balik rasa bangga itu, terselip kesedihan karena harus berpisah dengan sapi yang telah dirawatnya sejak kecil.

“Sapi ini sudah saya anggap keluarga sendiri. Meski cuma sapi, jangan disepelekan,” kata Rehan, Sabtu (23/5/2026).

Kalimat itu bukan sekadar ungkapan biasa. Selama bertahun-tahun, hampir seluruh aktivitas harian Rehan dihabiskan bersama sapi peliharaannya tersebut.

Mulai dari memberi makan, membersihkan kandang, memandikan sapi, hingga memantau kondisi kesehatannya dilakukan sendiri dengan penuh ketelatenan.

Ia mengaku memiliki kebiasaan yang mungkin jarang dilakukan peternak lain. Hampir setiap malam, Rehan selalu menyempatkan datang ke kandang hanya untuk memastikan kondisi sapinya baik-baik saja.

“Setiap malam saya lihat, apa sudah tidur apa gimana. Jadi sudah saya anggap keluarga sendiri,” ujarnya.

Di kandang sederhana milik keluarganya itu, sapi berukuran jumbo tampak berdiri tenang. Tubuhnya besar dengan warna coklat keputihan khas sapi Simental Cross.

Meski memiliki ukuran tidak biasa, Rehan mengaku sapi tersebut cukup jinak karena sejak kecil sudah terbiasa dirawat langsung olehnya.

Menurut Rehan, merawat sapi berbobot besar bukan perkara mudah. Dibutuhkan kesabaran ekstra karena kondisi sapi sering berubah, terutama terkait nafsu makan.

“Kadang malas makan, kadang senang makan. Jadi harus telaten,” katanya.

Untuk menjaga kondisi tubuh sapi tetap sehat dan terus bertambah besar, Rehan memberikan pakan khusus berupa ampas tahu, konsentrat, serta campuran pakan tradisional atau comboran.

Pemberian pakan dilakukan secara rutin setiap hari dengan porsi yang disesuaikan. Selain itu, kebersihan kandang juga selalu dijaga agar sapi tidak mudah terserang penyakit.

Beruntung, selama masa perawatan, sapi tersebut tidak pernah mengalami sakit serius. Tantangan terbesar justru datang saat nafsu makan sapi menurun.

“Kalau sakit enggak pernah. Cuma nafsu makannya kadang enak kadang enggak,” jelasnya.

Perjalanan Rehan sebagai peternak sapi sendiri bermula dari kondisi ekonomi keluarga yang sederhana. Ia mengaku sempat putus sekolah sebelum akhirnya menekuni usaha ternak bersama sang ayah.

Dari kandang sederhana itulah Rehan mulai belajar bagaimana merawat sapi dengan baik. Sedikit demi sedikit, pengalaman dan ketelatenannya membuahkan hasil hingga akhirnya salah satu sapi miliknya dilirik untuk menjadi hewan kurban Presiden RI.

“Dulu saya putus sekolah, terus sama bapak dibelikan sapi. Alhamdulillah sekarang malah dibeli Pak Presiden,” katanya.

Meski berat melepas sapi kesayangannya, Rehan tetap merasa bangga. Baginya, momen tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras dan ketelatenan tidak pernah mengkhianati hasil.

“Ya sedih juga karena sudah dekat. Tapi saya bangga banget karena laku ke Pak Presiden,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan sapi kurban Presiden tahun ini memiliki ukuran lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun lalu sapinya tidak sampai satu ton, sekarang beratnya satu ton lebih,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hidup Rukun di Lereng Semeru, Kampung Pancasila Rawat Toleransi Sehari-hari

21 Mei 2026 - 13:29 WIB

Hari Kebangkitan Nasional Bukan Sekadar Seremoni, Ini Pesan Wabup Lumajang

20 Mei 2026 - 20:26 WIB

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Trending di Nasional