Lumajang, – Suara takbir menggema di sepanjang jalan Desa Bades pada malam menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Di bawah cahaya lampu hias yang berkelap-kelip, puluhan anak-anak santri TPQ AR-Rahman bersama sejumlah TPQ lainnya tampak bersemangat mengikuti pawai takbir keliling menggunakan kereta mini hias.
Dengan mengenakan busana muslim, para santri duduk berjejer di atas kendaraan mini yang dihias warna-warni sambil mengumandangkan takbir.
Suasana malam itu terasa meriah ketika iring-iringan kereta melintasi jalan desa dan disambut antusias warga yang memadati pinggir jalan.
Tak sedikit warga yang mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam. Anak-anak terlihat melambaikan tangan dari atas kereta, sementara lantunan takbir terus berkumandang mengiringi perjalanan pawai.
Bagi masyarakat Desa Bades, kegiatan takbir keliling bukan sekadar tradisi malam hari raya. Kegiatan itu juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara santri, orang tua, pengurus TPQ, dan masyarakat desa.
Pengasuh TPQ AR-Rahman, Rohman Adinata, mengatakan takbir keliling rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk syiar Islam kepada generasi muda. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi hiburan positif bagi anak-anak pada malam Idul Adha.
“Ada sekitar enam kereta hias dan sepuluh truk salon yang ikut memeriahkan,” kata Rohman, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan berlangsung aman dan tertib dengan pengawasan ustaz, orang tua, dan aparat setempat. Pemerintah Desa Bades bersama ranting NU Desa Bades turut memfasilitasi kegiatan tersebut.
Kepala Desa Bades, Sahid, berharap tradisi takbir keliling dapat terus dilestarikan dan semakin meriah pada tahun-tahun berikutnya.
“Saya berharap tahun depan semakin meriah lagi,” ujarnya.
Tinggalkan Balasan