Dari Ruang Kelas di China, Pelajar Asal Lumajang Promosikan Tumpak Sewu ke Dunia - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

International · 17 Jun 2026 14:59 WIB ·

Dari Ruang Kelas di China, Pelajar Asal Lumajang Promosikan Tumpak Sewu ke Dunia


 Dari Ruang Kelas di China, Pelajar Asal Lumajang Promosikan Tumpak Sewu ke Dunia Perbesar

Lumajang, – Ribuan kilometer dari tanah kelahirannya, Muhammad Afif Darell Ozora Toga memilih membawa cerita tentang Lumajang ke ruang kelas internasional di China.

Di hadapan pelajar dari berbagai negara Asia, remaja berusia 17 tahun itu memperkenalkan Air Terjun Tumpak Sewu dan kuliner khas daerahnya sebagai bagian dari kekayaan Indonesia yang layak dikenal dunia.

Darell, yang saat ini menempuh pendidikan kelas 1 SMA di Guangxi, Nanning, China Selatan, mendapat kesempatan mempresentasikan budaya dan potensi wisata Indonesia dalam salah satu kegiatan pembelajaran di sekolahnya.

Siswa yang juga dikenal dengan nama Tionghoa Li Zunfeng (李尊峰) itu memilih Kabupaten Lumajang sebagai materi utama presentasinya.

Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Bagi Darell, Tumpak Sewu menyimpan pengalaman yang membekas sejak ia mengunjunginya secara langsung beberapa tahun lalu.

“Karena saya pernah ke Tumpak Sewu dan turun langsung menikmati keindahannya, saya ingin teman-teman internasional juga merasakan pesona Lumajang. Saya ingin mereka datang dan melihat sendiri keindahan alam yang kita miliki,” kata Darell, Rabu (17/6/2026).

Melalui foto-foto dan penjelasan yang ditampilkannya, Darell menceritakan keindahan air terjun yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang tersebut. Air terjun berundak yang kerap dijuluki sebagai Niagara dari Indonesia itu menjadi salah satu materi yang paling menarik perhatian peserta presentasi.

Para siswa yang berasal dari Thailand, Vietnam, Laos, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya terlihat antusias mengikuti penjelasan yang disampaikan pelajar asal Lumajang tersebut.

Tidak hanya memperkenalkan wisata alam, Darell juga mengenalkan sejumlah kuliner tradisional yang selama ini akrab dengan kehidupan masyarakat Lumajang, seperti jangan kelor dan tempe.

Menurut dia, makanan khas tersebut justru memancing rasa penasaran teman-temannya yang belum pernah mengenal kuliner tradisional Indonesia.

“Ketika saya cerita tentang jangan kelor dan tempe, mereka penasaran dan ingin mencobanya. Mereka bilang makanan tradisional seperti itu menarik dan berbeda,” katanya.

Antusiasme itu tidak berhenti pada diskusi di dalam kelas. Beberapa siswa internasional bahkan mulai menyatakan keinginan untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya Lumajang, saat masa liburan mendatang.

Bagi Darell, respon tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Ia menilai promosi daerah tidak selalu harus dilakukan oleh pemerintah atau pelaku industri pariwisata. Generasi muda juga memiliki peran untuk memperkenalkan daerah asalnya kepada masyarakat dunia.

“Saya bangga Lumajang memiliki alam yang sangat mempesona. Itu menjadi motivasi saya untuk terus memperkenalkan Lumajang kepada teman-teman internasional,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hampir 400 Pekerja Lumajang Berangkat Prosedural ke Luar Negeri, Taiwan Jadi Tujuan Favorit

18 September 2026 - 15:34 WIB

Disabilitas Lampaui Batas, Ria Yulianti Bawa Harapan Lumajang ke Asian Para Games

13 September 2026 - 12:15 WIB

Kapas Biru di Mata Wisatawan China: Ketika Alam Menjadi Daya Tarik Utama

11 September 2026 - 10:29 WIB

Jumlah PMI Urus Compound di Malaysia Meningkat, 10-20 Orang Datang Setiap Hari

4 September 2026 - 20:52 WIB

Ketika Kepanikan Keluarga PMI Membuka Celah Percaloan

2 September 2026 - 13:11 WIB

Ribuan PMI Malaysia Telah Didampingi Pulang, Aa. Salim Tekankan Pentingnya Jalur Resmi

31 Agustus 2026 - 08:17 WIB

Trending di Daerah