Lumajang, – Dua pelajar mengalami luka-luka setelah sepeda motor Honda Beat yang mereka tumpangi bertabrakan dengan sebuah minibus Toyota Kijang di Jalan Raya Desa Sarikemuning, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Polisi menduga kecelakaan terjadi karena pengendara sepeda motor berputar balik tanpa memperhatikan arus lalu lintas dari arah berlawanan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang Ipda Dendy Cucu Andriana mengatakan kecelakaan itu melibatkan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi W-2975-NCC dan minibus Toyota Kijang bernomor polisi P-1195-IM.
Akibat insiden tersebut, pengendara dan penumpang sepeda motor mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di RSUD dr. Haryoto Lumajang.
Pengendara sepeda motor, Rizqi Wildan Permana (16) mengalami luka robek di pelipis kiri serta luka lecet pada tangan dan kaki.
Sementara penumpangnya, Jovano Jasthin Baasil Haniie (15) mengalami patah tulang lengan kanan akibat benturan saat kecelakaan.
“Kedua korban mengalami luka dan saat ini menjalani perawatan di RSUD dr. Haryoto Lumajang,” katanya.
Dendy menjelaskan kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Beat melaju dari arah timur menuju barat. Setibanya di lokasi kejadian, pengendara diduga langsung berputar balik ke arah timur tanpa menghentikan kendaraan dan tidak memperhatikan arus lalu lintas.
Pada saat yang sama, dari arah berlawanan melaju minibus Toyota Kijang yang dikemudikan Jefri, 44 tahun, warga Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember. Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan samping tidak dapat dihindari.
“Semula sepeda motor Honda Beat berjalan dari arah timur ke barat kemudian tanpa berhenti dan tidak memperhatikan arus lalu lintas saat putar balik ke arah timur. Bersamaan itu dari arah barat ke timur melaju kendaraan minibus Toyota Kijang sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.
Berdasarkan hasil analisis sementara, polisi menduga kecelakaan dipicu kurangnya kewaspadaan pengendara sepeda motor saat hendak mengambil topi yang terjatuh. Saat melakukan putar balik, pengendara tidak memperhatikan kendaraan yang melintas dari arah berlawanan.
“Pengendara sepeda motor kurang waspada dan kurang hati-hati saat putar balik hendak mengambil topinya yang jatuh sehingga tidak memperhatikan arus lalu lintas. Hal itu menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas,” kata Dendy.
Pengemudi minibus tidak mengalami luka dalam peristiwa tersebut. Polisi memperkirakan kerugian material akibat kecelakaan mencapai sekitar Rp 5 juta.
Tinggalkan Balasan