Dari Gemuruh Tumpak Sewu ke Lembaran Batik, Cara Lumajang Merawat Identitas Daerah - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Bisnis · 31 Jul 2026 09:24 WIB ·

Dari Gemuruh Tumpak Sewu ke Lembaran Batik, Cara Lumajang Merawat Identitas Daerah


 Dari Gemuruh Tumpak Sewu ke Lembaran Batik, Cara Lumajang Merawat Identitas Daerah Perbesar

Lumajang, – Bagi Kabupaten Lumajang, Air Terjun Tumpak Sewu bukan hanya bentang alam yang memikat ribuan wisatawan setiap tahun.

Air terjun yang dijuluki “Niagaranya Indonesia” itu kini menjadi sumber inspirasi lahirnya motif batik khas, sebuah ikhtiar merawat identitas daerah melalui perpaduan antara kekayaan alam, budaya, dan ekonomi kreatif.

Gagasan tersebut mulai diwujudkan Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui pengembangan Batik Motif Tumpak Sewu.

Motif itu diproyeksikan menjadi identitas budaya baru sekaligus cendera mata khas yang dapat dibawa pulang wisatawan setelah menikmati panorama air terjun yang telah dikenal hingga mancanegara.

Langkah itu mengemuka dalam audiensi Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama para perajin batik di Ruang Mahameru, Kamis (30/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi titik awal menghadirkan motif batik yang memiliki karakter kuat dan melekat dengan ikon wisata unggulan Kabupaten Lumajang.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan Tumpak Sewu memiliki nilai yang layak diangkat sebagai identitas budaya daerah.

Menurutnya, potensi wisata yang telah mendunia perlu diterjemahkan menjadi karya yang mampu memperkuat jati diri Lumajang.

“Tumpak Sewu adalah Niagaranya Indonesia yang telah mendunia. Potensi besar ini harus kita manfaatkan untuk memperkuat identitas Kabupaten Lumajang, salah satunya melalui karya batik khas yang mengangkat keindahan Tumpak Sewu,” katanya, Jumat (31/7/2026).

Meski Lumajang bukan daerah yang dikenal sebagai sentra batik di Jawa Timur, Bunda Indah meyakini kreativitas para perajin mampu melahirkan karya yang memiliki ciri khas tersendiri.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong lahirnya Batik Motif Tumpak Sewu sebagai ruang inovasi sekaligus penguatan identitas lokal.

Respons para pembatik pun cukup antusias. Hingga kini telah lahir 22 rancangan Motif Batik Tumpak Sewu yang selanjutnya akan melalui proses penilaian untuk menentukan desain terbaik.

“Ini merupakan tantangan bagi para pembatik, dan Alhamdulillah mereka mampu menjawab tantangan tersebut dengan menghasilkan 22 model motif Batik Tumpak Sewu. Seluruh motif ini nantinya akan kami nilai untuk dipilih sebagai motif terbaik yang menjadi kebanggaan Kabupaten Lumajang,” jelasnya.

“Motif yang terpilih nantinya akan diproduksi dan dipasarkan sebagai salah satu oleh-oleh khas Lumajang,” sambungnya.

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

388 Subdomain Pemkab Lumajang Jadi Fokus Penguatan Keamanan Siber

31 Juli 2026 - 10:19 WIB

Kuota Beasiswa Lumajang Direncanakan Maksimal 100 Mahasiswa

30 Juli 2026 - 15:53 WIB

Pemkab Lumajang Tambah Dua Armada Angkutan Pelajar Gratis

30 Juli 2026 - 15:42 WIB

Yudha Adji: Penghargaan BKKBN Jadi Pemacu Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

29 Juli 2026 - 16:07 WIB

20 Ruas Jalan Kabupaten Masuk Program Perbaikan pada 2026

29 Juli 2026 - 11:50 WIB

Gelombang Rossby Berpotensi Picu Perubahan Cuaca Mendadak di Lumajang

28 Juli 2026 - 14:45 WIB

Trending di Daerah