Dari Gemuruh Tumpak Sewu ke Lembaran Batik, Cara Lumajang Merawat Identitas Daerah - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Bisnis · 31 Jul 2026 09:24 WIB ·

Dari Gemuruh Tumpak Sewu ke Lembaran Batik, Cara Lumajang Merawat Identitas Daerah


 Dari Gemuruh Tumpak Sewu ke Lembaran Batik, Cara Lumajang Merawat Identitas Daerah Perbesar

Lumajang, – Bagi Kabupaten Lumajang, Air Terjun Tumpak Sewu bukan hanya bentang alam yang memikat ribuan wisatawan setiap tahun.

Air terjun yang dijuluki “Niagaranya Indonesia” itu kini menjadi sumber inspirasi lahirnya motif batik khas, sebuah ikhtiar merawat identitas daerah melalui perpaduan antara kekayaan alam, budaya, dan ekonomi kreatif.

Gagasan tersebut mulai diwujudkan Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui pengembangan Batik Motif Tumpak Sewu.

Motif itu diproyeksikan menjadi identitas budaya baru sekaligus cendera mata khas yang dapat dibawa pulang wisatawan setelah menikmati panorama air terjun yang telah dikenal hingga mancanegara.

Langkah itu mengemuka dalam audiensi Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama para perajin batik di Ruang Mahameru, Kamis (30/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi titik awal menghadirkan motif batik yang memiliki karakter kuat dan melekat dengan ikon wisata unggulan Kabupaten Lumajang.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan Tumpak Sewu memiliki nilai yang layak diangkat sebagai identitas budaya daerah.

Menurutnya, potensi wisata yang telah mendunia perlu diterjemahkan menjadi karya yang mampu memperkuat jati diri Lumajang.

“Tumpak Sewu adalah Niagaranya Indonesia yang telah mendunia. Potensi besar ini harus kita manfaatkan untuk memperkuat identitas Kabupaten Lumajang, salah satunya melalui karya batik khas yang mengangkat keindahan Tumpak Sewu,” katanya, Jumat (31/7/2026).

Meski Lumajang bukan daerah yang dikenal sebagai sentra batik di Jawa Timur, Bunda Indah meyakini kreativitas para perajin mampu melahirkan karya yang memiliki ciri khas tersendiri.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong lahirnya Batik Motif Tumpak Sewu sebagai ruang inovasi sekaligus penguatan identitas lokal.

Respons para pembatik pun cukup antusias. Hingga kini telah lahir 22 rancangan Motif Batik Tumpak Sewu yang selanjutnya akan melalui proses penilaian untuk menentukan desain terbaik.

“Ini merupakan tantangan bagi para pembatik, dan Alhamdulillah mereka mampu menjawab tantangan tersebut dengan menghasilkan 22 model motif Batik Tumpak Sewu. Seluruh motif ini nantinya akan kami nilai untuk dipilih sebagai motif terbaik yang menjadi kebanggaan Kabupaten Lumajang,” jelasnya.

“Motif yang terpilih nantinya akan diproduksi dan dipasarkan sebagai salah satu oleh-oleh khas Lumajang,” sambungnya.

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah