Lumajang, – Sedekah Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tahun ini dikemas lebih semarak.
Tradisi masyarakat tersebut dipadukan dengan Jenggolo Tape Fest 2026 yang menghadirkan berbagai kesenian tradisional serta pembagian 5.000 porsi tape ketan secara gratis.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mempertahankan tradisi dan budaya masyarakat, tetapi juga dinilai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi warga, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lumajang, Agus Setiawan, mengapresiasi pelaksanaan Sedekah Desa Wonokerto yang dikemas dalam bentuk festival.
Menurutnya, kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut turut membuka peluang bagi pelaku UMKM dan pedagang untuk meningkatkan penjualan.
“Tentunya saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sebab, dengan adanya kegiatan Sedekah Desa ini, pelaku UMKM dan pedagang kaki lima ikut merasakan dampak positif. Jualan mereka ikut terdongkrak dengan adanya kegiatan ini,” katanya, Minggu (16/8/2026).
Menurutnya, kegiatan berbasis tradisi dan budaya seperti Sedekah Desa dapat menjadi salah satu cara untuk menggerakkan perekonomian masyarakat apabila dikemas secara berkelanjutan.
“Keramaian yang muncul selama kegiatan membuat masyarakat tidak hanya datang untuk mengikuti prosesi tradisi, mereka menikmati berbagai pertunjukan kesenian dan membeli produk yang dijajakan pedagang,” jelasnya.
Sedekah Desa Wonokerto tahun ini juga menghadirkan Jenggolo Tape Fest 2026, dengan pembagian sekitar 5.000 porsi tape ketan secara gratis kepada masyarakat dan pengunjung.
Selain kuliner khas, sejumlah kesenian tradisional turut ditampilkan, di antaranya jaran kencak, kuda lumping, bantengan, kerapan sapi, serta kesenian khas masyarakat Madura.
Kegiatan tersebut menjadi perpaduan antara tradisi masyarakat, pelestarian kesenian lokal, kuliner khas, dan aktivitas ekonomi warga.
Agus berharap kegiatan semacam itu dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi agenda tahunan desa, tetapi juga mampu menarik lebih banyak pengunjung dari luar daerah.
Dengan semakin banyaknya pengunjung, menurut dia, peluang ekonomi bagi UMKM dan pedagang lokal juga semakin terbuka.
“Harapannya kegiatan seperti ini terus dikembangkan karena selain melestarikan tradisi, juga memberikan ruang bagi UMKM dan pedagang untuk berkembang,” pumgkasnya.
Tinggalkan Balasan