Kadin Lumajang: Sedekah Desa Wonokerto Beri Dampak bagi UMKM dan Pedagang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Ekonomi · 16 Agu 2026 17:06 WIB ·

Kadin Lumajang: Sedekah Desa Wonokerto Beri Dampak bagi UMKM dan Pedagang


 Kadin Lumajang: Sedekah Desa Wonokerto Beri Dampak bagi UMKM dan Pedagang Perbesar

Lumajang, – Sedekah Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tahun ini dikemas lebih semarak.

Tradisi masyarakat tersebut dipadukan dengan Jenggolo Tape Fest 2026 yang menghadirkan berbagai kesenian tradisional serta pembagian 5.000 porsi tape ketan secara gratis.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mempertahankan tradisi dan budaya masyarakat, tetapi juga dinilai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi warga, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lumajang, Agus Setiawan, mengapresiasi pelaksanaan Sedekah Desa Wonokerto yang dikemas dalam bentuk festival.

Menurutnya, kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut turut membuka peluang bagi pelaku UMKM dan pedagang untuk meningkatkan penjualan.

“Tentunya saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sebab, dengan adanya kegiatan Sedekah Desa ini, pelaku UMKM dan pedagang kaki lima ikut merasakan dampak positif. Jualan mereka ikut terdongkrak dengan adanya kegiatan ini,” katanya, Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, kegiatan berbasis tradisi dan budaya seperti Sedekah Desa dapat menjadi salah satu cara untuk menggerakkan perekonomian masyarakat apabila dikemas secara berkelanjutan.

“Keramaian yang muncul selama kegiatan membuat masyarakat tidak hanya datang untuk mengikuti prosesi tradisi, mereka menikmati berbagai pertunjukan kesenian dan membeli produk yang dijajakan pedagang,” jelasnya.

Sedekah Desa Wonokerto tahun ini juga menghadirkan Jenggolo Tape Fest 2026, dengan pembagian sekitar 5.000 porsi tape ketan secara gratis kepada masyarakat dan pengunjung.

Selain kuliner khas, sejumlah kesenian tradisional turut ditampilkan, di antaranya jaran kencak, kuda lumping, bantengan, kerapan sapi, serta kesenian khas masyarakat Madura.

Kegiatan tersebut menjadi perpaduan antara tradisi masyarakat, pelestarian kesenian lokal, kuliner khas, dan aktivitas ekonomi warga.

Agus berharap kegiatan semacam itu dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi agenda tahunan desa, tetapi juga mampu menarik lebih banyak pengunjung dari luar daerah.

Dengan semakin banyaknya pengunjung, menurut dia, peluang ekonomi bagi UMKM dan pedagang lokal juga semakin terbuka.

“Harapannya kegiatan seperti ini terus dikembangkan karena selain melestarikan tradisi, juga memberikan ruang bagi UMKM dan pedagang untuk berkembang,” pumgkasnya.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Daun Cengkeh Gugur Jadi Penyelamat Ekonomi Warga Saat Kemarau

27 Juli 2026 - 10:50 WIB

Berdiri Sejak 2022, IWS Senduro Kini Beranggotakan 27 Wirausaha

19 Juli 2026 - 00:35 WIB

Ribuan Peziarah Piodalan Gerakkan Ekonomi Warga Desa Senduro

9 Juli 2026 - 13:56 WIB

Tarif Tetap, Pendapatan Naik: Kisah Ojek Kuda saat Ribuan Wisatawan Padati Watu Pecak

29 Juni 2026 - 19:14 WIB

Ribuan Pengunjung Segoro Topeng Kaliwungu Dongkrak Omzet UMKM hingga Rp 1,2 Juta Sehari

28 Juni 2026 - 22:44 WIB

Workshop UMKM Ungkap Persoalan Lama CFD Lumajang, Lapak Jadi Sumber Konflik Pedagang

17 Juni 2026 - 16:00 WIB

Trending di Ekonomi