Helikopter Water Bombing Dialihkan ke Kalimantan, Karhutla Lereng Semeru Tembus 600 Hektare - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 31 Agu 2026 15:02 WIB ·

Helikopter Water Bombing Dialihkan ke Kalimantan, Karhutla Lereng Semeru Tembus 600 Hektare


 Helikopter Water Bombing Dialihkan ke Kalimantan, Karhutla Lereng Semeru Tembus 600 Hektare Perbesar

Lumajang, – Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di lereng Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, belum sepenuhnya terkendali.

Luas lahan yang terbakar dilaporkan telah mencapai lebih dari 600 hektare hingga Senin, (31/8/2026).

Di tengah kebakaran yang masih meluas, dukungan helikopter water bombing yang sebelumnya membantu pemadaman di kawasan Semeru kini dialihkan ke wilayah kebakaran di Kalimantan.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho mengatakan sejumlah titik api masih ditemukan di kawasan jalur pendakian Semeru.

Api antara lain berada di Blok Ayak-Ayak dan mengarah ke Blok Kalimati serta Gunung Kolong, Desa Ranupane, Kecamatan Senduro.

“Titik api semakin meluas. Jadi, mengarah ke Kalimati lalu bergeser ke Gunung Kolong. Sementara yang di Ayak-Ayak juga masih ada titik api,” kata Isnugroho.

Menurut dia, kondisi luasan lahan yang terbakar masih fluktuatif. Angka lebih dari 600 hektare tersebut berpotensi bertambah karena sejumlah titik api masih belum berhasil dipadamkan.

Medan yang berada di lereng Gunung Semeru menjadi salah satu kendala pemadaman. Armada tangki tidak dapat menjangkau sejumlah lokasi sehingga petugas gabungan melakukan penanganan secara manual.

“Kita tidak bisa melakukan pemadaman secara teknologi. Jadi, kawan-kawan hanya memantau dan bikin sekat kira-kira tidak sampai memasuki kawasan-kawasan permukiman dan lahan,” katanya.

Petugas membuat sekat bakar untuk membatasi pergerakan api. Upaya tersebut dilakukan terutama agar kebakaran tidak bergerak menuju kawasan permukiman.

Pengalihan helikopter water bombing membuat strategi pemadaman di lereng Semeru kembali bertumpu pada kemampuan petugas di lapangan. Pemadaman manual dilakukan di tengah medan yang sulit dijangkau.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional