Pendapatan Daerah Lumajang dan Pengelolaannya - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 18 Sep 2026 08:41 WIB ·

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital


 Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital Perbesar

LUMAJANG – Pendapatan daerah bukan sekadar angka yang tercatat dalam kas pemerintah. Setiap rupiah dari potensi penerimaan daerah ikut menopang jalannya pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati meminta jajaran Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat sistem pengelolaan pendapatan agar seluruh potensi penerimaan tercatat, terpantau, dan masuk melalui mekanisme yang jelas.

Pesan tersebut Bunda Indah sampaikan saat memberikan pengarahan dalam Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, dan Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang, di Lobby Pemkab Lumajang, Rabu (16/9/2026).

Menurut Bunda Indah, perkembangan teknologi membuka peluang bagi pemerintah untuk membangun sistem pemantauan penerimaan yang lebih terukur. Pemerintah dapat mengetahui perkembangan pendapatan secara berkala tanpa hanya mengandalkan proses manual.

Ia juga mengingatkan aparatur agar tidak hanya berfokus pada satu sumber pendapatan.

“Jangan hanya berpikir pajak pasir saja. Pajak yang lain juga banyak, jangan sampai bocor,” ujar Bunda Indah.

Bunda Indah Minta Semua Potensi Pendapatan Terpantau

Bunda Indah meminta aparatur melihat seluruh potensi penerimaan yang masuk dalam kewenangan daerah. Pemerintah perlu mengetahui sumber pendapatan secara menyeluruh agar tidak ada potensi yang luput dari pengelolaan.

Sistem yang baik dapat membantu pemerintah memantau penerimaan secara berkala. Aparatur dapat melihat perkembangan pendapatan setiap minggu maupun setiap bulan.

Data tersebut kemudian dapat menjadi dasar untuk membandingkan potensi dengan realisasi penerimaan. Jika muncul selisih atau penerimaan belum mencapai potensi yang ada, pemerintah dapat segera menelusuri penyebabnya.

Dengan pola seperti itu, pemerintah tidak perlu menunggu hingga akhir periode untuk mengetahui persoalan pendapatan. Aparatur dapat menemukan titik masalah lebih awal dan mengambil langkah perbaikan sesuai kewenangan.

Bunda Indah juga meminta pejabat yang menangani pendapatan daerah memahami sistem yang mereka gunakan. Penguasaan terhadap sistem menjadi penting agar teknologi benar-benar membantu pekerjaan, bukan sekadar menjadi alat pencatat.

Sistem Digital Persempit Celah Kebocoran

Menurut Bunda Indah, proses manual dan ketergantungan yang terlalu besar pada intervensi manusia dapat membuka celah dalam pengelolaan penerimaan.

Karena itu, Pemkab Lumajang perlu memperkuat sistem digital sekaligus meningkatkan pengawasan internal.

Teknologi dapat membantu pemerintah mencatat transaksi, memantau perkembangan penerimaan, dan memperoleh gambaran kondisi pendapatan secara lebih cepat.

Namun, sistem digital tetap membutuhkan tata kelola yang baik. Aparatur harus menjalankan prosedur sesuai aturan dan melakukan pengawasan secara konsisten.

Kombinasi antara sistem yang kuat dan pengawasan internal dapat membantu pemerintah menjaga proses penerimaan tetap tertib.

Bunda Indah ingin aparatur tidak hanya mengejar peningkatan angka pendapatan. Pemerintah juga harus memastikan seluruh proses berjalan transparan, terukur, dan memiliki mekanisme pengawasan yang jelas.

Pendapatan Kuat Dukung Pelayanan Masyarakat

Pengelolaan pendapatan daerah memiliki hubungan langsung dengan kemampuan pemerintah menjalankan berbagai urusan yang menjadi tanggung jawabnya.

Pendapatan yang masuk secara optimal dapat membantu pemerintah membiayai program dan pelayanan publik. Karena itu, setiap potensi penerimaan perlu mendapat perhatian yang serius.

Semakin baik pemerintah memahami kondisi pendapatannya, semakin mudah pula pejabat menentukan langkah dalam mengelola keuangan daerah.

Pembenahan sistem juga membantu pemerintah melihat persoalan secara lebih cepat. Data penerimaan dapat menjadi dasar untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki proses yang belum berjalan optimal.

Bunda Indah mendorong jajaran Pemkab Lumajang terus memanfaatkan teknologi sekaligus memperkuat pengawasan internal. Setiap potensi pendapatan perlu pemerintah ketahui, pantau, dan kelola sesuai aturan.

Pada akhirnya, penguatan sistem pendapatan bukan hanya soal mengejar angka penerimaan. Yang lebih penting, setiap potensi daerah tercatat dengan jelas, masuk melalui sistem yang dapat dipantau, dan memberi dukungan nyata bagi keberlanjutan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Bunda Indah: Pejabat Lumajang Harus Jadi Garda Depan Lawan Korupsi dan Gratifikasi

18 September 2026 - 08:37 WIB

Trending di Daerah