LUMAJANG – Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma atau Mas Yudha, menggelar tradisi ngeliwet bersama jajaran Forkopimda dan para Gus dari pondok pesantren. Kegiatan berlangsung di Graha Nararya Kirana, rumah dinas Wakil Bupati Lumajang, Rabu (28/10/2026) malam.
Melalui kegiatan tersebut, Mas Yudha ingin mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan kalangan pesantren. Selain itu, suasana makan bersama menghadirkan ruang komunikasi yang lebih santai dan penuh keakraban.
Tradisi ngeliwet menjadi simbol kesederhanaan, kebersamaan, dan kesetaraan. Karena itu, kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan hidangan, tetapi juga mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam suasana kekeluargaan.
Mas Yudha Perkuat Silaturahmi Pemerintah dan Pesantren
Mas Yudha berharap tradisi ngeliwet dapat mempererat hubungan antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan pondok pesantren. Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam menjaga kerukunan masyarakat.
“Melalui kegiatan ngeliwet ini, kami berharap silaturahmi dan kebersamaan yang sudah terjalin dapat terus terjaga. Atas nama Pemerintah Kabupaten Lumajang, kami berharap sinergi dengan pondok pesantren ke depan semakin baik, sehingga kita bisa terus berjalan bersama dalam menjaga kerukunan dan membangun Kabupaten Lumajang,” ujar Mas Yudha.
Melalui pertemuan tersebut, pemerintah daerah dan kalangan pesantren memiliki kesempatan untuk memperkuat kedekatan. Selain itu, suasana informal memungkinkan setiap pihak membangun komunikasi secara lebih terbuka.
Mas Yudha menilai hubungan baik perlu terus mendapat perhatian. Dengan demikian, pemerintah dan pesantren dapat menjaga kerja sama meskipun memiliki peran serta tanggung jawab yang berbeda.
Tradisi Ngeliwet Jadi Simbol Kesederhanaan dan Kebersamaan
Ngeliwet merupakan tradisi makan bersama yang mencerminkan nilai kesederhanaan dan kekeluargaan. Dalam kegiatan ini, para peserta menikmati hidangan sambil berbincang dalam suasana santai.
Selain mempererat hubungan personal, tradisi tersebut juga membuka ruang untuk membangun rasa saling menghargai. Setiap peserta dapat duduk bersama tanpa harus mengikuti suasana formal seperti dalam pertemuan kedinasan.
Karena itu, ngeliwet menjadi salah satu cara untuk merawat komunikasi dan kedekatan antarelemen daerah. Kebersamaan yang tumbuh melalui kegiatan sederhana dapat membantu memperkuat hubungan sosial.
Mas Yudha juga menegaskan pentingnya menjaga keguyuban meskipun setiap pihak memiliki tanggung jawab berbeda.
“Yang terpenting adalah bagaimana keguyuban dan kerukunan ini terus terjalin. Kita boleh memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda, tetapi semangat kebersamaan harus tetap sama,” tambahnya.
Sinergi Forkopimda dan Pesantren Dukung Kerukunan Lumajang
Pemerintah daerah, Forkopimda, dan pondok pesantren memiliki peran masing-masing dalam kehidupan masyarakat. Namun, perbedaan tersebut tidak menghalangi upaya membangun kebersamaan.
Sebaliknya, komunikasi yang berkelanjutan dapat memperkuat hubungan dan rasa saling percaya. Oleh sebab itu, Mas Yudha berharap silaturahmi dengan kalangan pesantren terus berkembang.
Selain menjadi ruang pendidikan keagamaan, pesantren juga memiliki hubungan yang erat dengan masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan pesantren menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kerukunan daerah.
Sementara itu, Forkopimda turut menjadi bagian dari kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ngeliwet. Pertemuan tersebut mempertemukan berbagai unsur daerah dalam suasana yang lebih akrab.
Pada akhirnya, tradisi ngeliwet bersama ini menjadi momentum untuk merawat silaturahmi dan memperkuat persaudaraan. Melalui komunikasi dan semangat gotong royong, seluruh pihak diharapkan terus menjaga kerukunan serta mendukung pembangunan Kabupaten L
Tinggalkan Balasan