Agrowisata Pronojiwo: Destinasi Wisata Edukasi - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 31 Okt 2026 17:25 WIB ·

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru


 Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru Perbesar

LUMAJANG – Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, bersiap menghadirkan destinasi agrowisata berbasis edukasi dengan luas lahan tiga hektare. Wisata baru ini akan menawarkan perkebunan buah, peternakan, serta aktivitas pembelajaran pertanian bagi pengunjung.

Pengembangan agrowisata Pronojiwo menjadi salah satu upaya memperkaya pilihan wisata di kawasan yang terkenal dengan Air Terjun Tumpak Sewu. Selain menikmati keindahan alam, wisatawan nantinya dapat mengenal budidaya tanaman dan aktivitas peternakan.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Galih Permadi, menjelaskan bahwa pembangunan kawasan telah mencapai sekitar 40 persen. Sementara itu, pengelola menargetkan destinasi tersebut mulai menerima pengunjung pada awal 2027.

Agrowisata Pronojiwo Siapkan Salak, Durian, dan Ribuan Tanaman Stroberi

Pengembangan agrowisata ini memanfaatkan lahan pribadi seluas tiga hektare milik Tolib. Pengelola merancang kawasan tersebut sebagai tempat rekreasi sekaligus sarana edukasi pertanian.

Galih menjelaskan bahwa kawasan ini akan mengembangkan berbagai tanaman buah, seperti salak, jeruk, durian, dan stroberi. Namun, pengelola memilih salak dan durian sebagai komoditas unggulan.

Selain itu, tanaman stroberi menjadi salah satu daya tarik yang akan melengkapi kawasan perkebunan. Kondisi tanah dan cuaca setempat dinilai mendukung pengembangan tanaman tersebut.

“Produk utama atau buah unggulannya nanti salak dan durian. Tetapi di sana juga akan ada ratusan hingga ribuan tanaman stroberi, karena ternyata kondisi cuaca dan tanahnya cocok untuk budidaya stroberi,” ujar Galih, Sabtu (31/10/2026).

Melalui konsep ini, pengunjung nantinya dapat mengenal berbagai komoditas pertanian dalam satu kawasan. Dengan demikian, agrowisata tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga pengalaman belajar tentang perkebunan buah.

Saat ini, pengelola masih melanjutkan pembangunan sejumlah fasilitas. Mereka juga menyiapkan akses jalan tembus agar wisatawan dapat berkeliling dan menikmati area perkebunan.

Dinas Pariwisata Dorong Edukasi Peternakan dan Outing Sekolah

Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang turut mendampingi proses pengembangan agrowisata Pronojiwo. Pendampingan tersebut mencakup penyusunan konsep, penguatan daya tarik, serta pengembangan aktivitas wisata.

Selain perkebunan buah, kawasan ini akan menawarkan edukasi peternakan kambing dan unggas. Melalui kegiatan tersebut, pengunjung berpeluang memperoleh pengalaman langsung tentang aktivitas peternakan.

Galih juga melihat potensi agrowisata sebagai tempat pembelajaran luar ruang bagi pelajar. Karena itu, pengelola dapat mengembangkan paket kunjungan edukasi atau outing sekolah.

“Kami dari Dinas Pariwisata ikut mendampingi sejak proses pembangunan. Kami memberikan saran dan masukan, termasuk bagaimana menghadirkan edukasi peternakan kambing dan unggas. Nantinya juga bisa ditawarkan kepada sekolah-sekolah untuk kegiatan outing,” jelasnya.

Konsep wisata edukasi ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung. Selain berekreasi, pelajar dapat mengenal proses budidaya tanaman dan pemeliharaan hewan.

Sementara itu, pendampingan Dinas Pariwisata juga membantu pengelola mempersiapkan daya tarik destinasi sebelum pembukaan. Dengan begitu, kawasan agrowisata dapat mengembangkan aktivitas wisata sesuai konsep yang telah direncanakan.

Target Buka Awal 2027, Pronojiwo Menuju One Stop Tourism

Pengembangan agrowisata menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan wisata di Pronojiwo. Selama ini, wisatawan mengenal kawasan tersebut melalui keindahan alam, terutama Air Terjun Tumpak Sewu.

Namun, Galih berharap wisatawan nantinya memiliki lebih banyak pilihan aktivitas. Kehadiran agrowisata juga berpotensi mendorong pengunjung menikmati Pronojiwo dalam waktu lebih lama.

“Ini salah satu cara agar wisatawan yang datang ke Tumpak Sewu bisa lebih lama tinggal di Pronojiwo. Jadi, pilihan wisatanya semakin bervariasi. Tidak hanya coban dan air terjun, tetapi juga ada wisata baru yang menawarkan inovasi dan pengalaman berbeda,” ungkapnya.

Dinas Pariwisata menargetkan destinasi agrowisata tersebut mulai buka pada awal 2027. Meski demikian, pengelola masih perlu menyelesaikan pembangunan fisik, mengurus perizinan, dan menyiapkan promosi.

Selain menambah destinasi, pengembangan ini diharapkan memperkuat daya tarik wisata Pronojiwo. Wisatawan nantinya dapat menikmati wisata alam sekaligus memperoleh pengalaman edukasi pertanian dan peternakan.

“Harapan kami, Pronojiwo bisa menjadi one stop tourism, tempat wisatawan mendapatkan berbagai pilihan wisata. Jadi tidak hanya wisata alam, tetapi juga agrowisata dan edukasi, dengan pelayanan terbaik bagi pengunjung,” pungkasnya.

Pada akhirnya, keberadaan agrowisata tiga hektare ini diharapkan melengkapi potensi wisata Tumpak Sewu dan sekitarnya. Melalui pengembangan destinasi yang beragam, Pronojiwo berpeluang menawarkan pengalaman wisata yang lebih lengkap bagi pengunjung.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Bunda Indah Siapkan Strategi Pengendalian Inflasi Lumajang 2027, Fokus Jaga Harga dan Daya Beli Warga

31 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Mas Yudha Ngeliwet Bersama Forkopimda dan Para Gus, Perkuat Sinergi Pemerintah dan Pesantren Lumajang

31 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Trending di Daerah