- Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Kesehatan dan Olah Raga · 23 Jan 2024 17:58 WIB ·


 Perbesar

Lumajang, Dinas Koperasi dan Perindustrian (DISKOPINDAG) dan Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DINKES P2KB) Kabupaten Lumajang mengadakan kerja sama dalam rangka menanggulangi Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) di wilayah kerja Kabupaten Lumajang.

Kerja sama ini dilakukan dengan melibatkan ribuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan puluhan pasar tradisional yang ada di Kabupaten Lumajang.

GAKY adalah sebuah pandemi yang terabaikan yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan masyarakat, seperti kelahiran mati, kelainan bawaan, kematian perinatal, cacat psikomotor, gangguan fungsi mental, rendahnya indeks kognitif dan IQ, serta hipertiroidisme.

GAKY disebabkan oleh ketidakcukupan yodium, sebuah unsur anionik esensial yang ditemukan di air laut dan tanah. Yodium sangat penting untuk sintesis hormon tiroid yang berperan dalam stabilitas metabolisme dan fungsi organ tubuh. Yodium juga sangat krusial untuk replikasi sel, khususnya sel otak, sejak dalam uterus hingga dua tahun pertama kehidupan. GAKY merupakan penyebab retardasi mental terbesar di seluruh dunia yang dapat dicegah.

Salah satu cara pencegahan GAKY yang paling efektif adalah dengan mengonsumsi garam beryodium. Namun, masih banyak masyarakat yang tidak menyadari pentingnya garam beryodium dan masih menggunakan garam tidak beryodium untuk kebutuhan sehari-hari.

Oleh karena itu, DISKOPINDAG dan DINKES P2KB Lumajang berkolaborasi untuk mengedukasi dan mengawasi UMKM dan pasar tradisional agar hanya memproduksi dan menjual garam beryodium. Dengan demikian, diharapkan masyarakat Lumajang dapat terhindar dari dampak buruk GAKY dan meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan mereka.

Kepala DISKOPINDAG Lumajang, Bapak Muhammad Ridha, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lumajang. “Kami berharap dengan kerja sama ini, kami dapat memberikan kontribusi positif bagi kesehatan dan pendidikan masyarakat Lumajang.

Kami juga berharap UMKM dan pasar tradisional dapat mendukung program ini dengan sepenuh hati dan menjadikan garam beryodium sebagai produk unggulan mereka,” ujar beliau.

Sementara itu, Kadinkes Lumajang, dr. Rosyidah , menambahkan bahwa kerja sama ini juga bertujuan untuk mengkampanyekan pentingnya garam beryodium bagi kesehatan masyarakat. “Kami akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya GAKY dan manfaat garam beryodium.

Kami juga akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan ketersediaan dan kualitas garam beryodium di UMKM dan pasar tradisional. Kami mengajak masyarakat Lumajang untuk bersama-sama mencegah GAKY dan menciptakan generasi yang sehat dan cerdas,” tutur beliau.

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Agus Setiawan dan Ratih Damayanti Ajak Warga Jalan Santai, Doorprize Sepeda Listrik Menanti

20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Diabetes Terkendali 18,36 Persen, Lumajang Lampaui Target tapi 81,64 Persen Jadi Pekerjaan Rumah

19 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Percasi Lumajang Gelar Kejurkab Catur, Bidik Bibit Atlet untuk Popda 2026 dan Porprov 2027

18 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Target Hipertensi Terkendali 25 Persen, Lumajang Baru Capai 12,86 Persen

13 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Lumajang Juara Grup, Agus Setiawan Minta Skuat Tetap Konsisten Latihan Fisik

12 Agustus 2026 - 22:17 WIB

Lumajang Menang Meyakinkan, Probolinggo Dipaksa Angkat Kaki dengan Skor 4-2

8 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Trending di Kesehatan dan Olah Raga