Amphitheater Ranu Pani Dinilai Tak Berdampak bagi Lumajang - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 8 Mei 2025 11:31 WIB ·

Amphitheater Ranu Pani Dinilai Tak Berdampak bagi Lumajang


 Amphitheater Ranu Pani Dinilai Tak Berdampak bagi Lumajang Perbesar

Lumajang – Proyek pembangunan komplek amphitheater di kawasan Ranu Pani yang menggunakan dana pusat melalui Dinas Pariwisata Lumajang kini menuai sorotan. Meski telah menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah, keberadaan bangunan tersebut tidak memberikan dampak ekonomi nyata bagi Kabupaten Lumajang. Pemerintah Daerah sendiri maupun masyarakat sangat jarang menggunakan Amphitheater Ranu Pani untuk event wisata.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lumajang, Agus Setiawan, mengkritik keras proyek tersebut. Ia menilai bahwa pembangunan tersebut tidak menghasilkan nilai tambah yang signifikan bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.

“Nyatanya Balai Besar TNBTS yang berwenang mengelola aset-aset yang ada di Ranu Pani, bukan desa atau Pemkab Lumajang. Dampak ekonominya nyaris nol,” kata Agus, Kamis (8/5/2025).

Menurutnya, pengelolaan sepihak oleh TNBTS menutup peluang pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memajukan sektor pariwisata.

Baca Juga : Agus Setiawan Beri Penjelasan Mengenai Fokus Pemkab Lumajang dalam Pengadaan Motor Operasional untuk Desa

“Ini bukan hanya soal aset, tapi soal tata kelola yang tidak inklusif. Kita seperti hanya menyumbang tanpa menerima manfaat apa pun, buktinya Amphitheater Ranu Pani hingga sekarang jarang digunakan”, ujarnya.

Agus menambahkan bahwa kebijakan pengelolaan kawasan yang terlalu tertutup menyulitkan masyarakat dan pemerintah lokal untuk terlibat dalam pengembangan kawasan Ranu Pani.

“Dengan anggaran sebesar itu, seharusnya masyarakat juga mendapatkan dampak ekonomi. Tapi kenyataannya, kita hanya jadi penonton,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti perlunya transparansi dalam penggunaan anggaran pembangunan pariwisata. Ia khawatir jika pola serupa terus berulang, maka pembangunan hanya menjadi proyek seremonial tanpa dampak jangka panjang.

Hingga berita ini ditulis, pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang belum memberikan pernyataan resmi. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon belum mendapatkan respons. (Jaya)

Artikel ini telah dibaca 88 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Truk Hino Tanpa STNK dan SIM Terlibat Kecelakaan di Candipuro Lumajang

8 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Jika Ada Dugaan Keracunan MBG, Dinkes Lumajang Tak Mau Langsung Menyebut Keracunan

8 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Wabup Lumajang Dorong Masjid Nurul Huda Jadi Pusat Pendidikan Al-Qur’an Anak

8 Oktober 2026 - 10:06 WIB

6 Km Jalan Bergelombang di Lumajang Ditangani, Nilai Kontrak Rp10,92 Miliar

8 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Warung Kopi Kayubi dan Cerita Secangkir Kopi dari Tanah Lumajang

7 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Desil di Berkas Berbeda dengan Aplikasi, Dinsos Lumajang Coret Pendaftar Beasiswa

7 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Trending di Nasional