Merpati Balap Lumajang: Ajang Kompetisi Seru - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 19 Mei 2025 14:26 WIB ·

Merpati Balap: Hobi Bernilai Ratusan Juta, Bupati Lirik Potensi Ekonomi Kreatif


 Merpati Balap: Hobi Bernilai Ratusan Juta, Bupati Lirik Potensi Ekonomi Kreatif Perbesar

Lumajang – Ajang Seleksi Daerah Merpati Balap (Selekda) dan Bupati Cap berlangsung meriah di Gunung Tring, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Minggu (18/5/2025). Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur hadir memeriahkan acara yang juga dihadiri langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah).

Dalam sambutannya, Bunda Indah menekankan bahwa merpati balap bukan hanya sekadar hobi. Kompetisi ini telah berkembang menjadi sektor ekonomi kreatif desa yang menjanjikan. Ia bahkan menyoroti nilai ekonomi yang tinggi dari seekor merpati balap.

“Ada yang harganya mencapai 100 sampai 200 juta rupiah. Ini bukan sekadar lomba, tapi peluang ekonomi luar biasa,” ujar Bunda Indah.

Pemerintah Siap Dorong Jadi Event Tahunan dan Nasional

Melihat antusiasme masyarakat, Pemkab Lumajang menyatakan dukungannya agar event ini rutin digelar setiap tahun. Bahkan, Bunda Indah berharap Lumajang bisa menjadi tuan rumah ajang Seleksi Nasional (Seleknas) tahun depan.

“Kalau kita selenggarakan Seleknas, peserta akan datang dari seluruh Indonesia. Dampaknya pasti luas, terutama untuk ekonomi warga sekitar,” tambahnya.

Kompetisi ini tak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga edukasi bagi generasi muda. Melalui lomba merpati balap, masyarakat belajar tentang nilai kerja keras, ketekunan, dan kecintaan terhadap potensi lokal.

Bunda Indah juga menyebut kegiatan ini sebagai sarana promosi daerah. Merpati balap bisa menjadi bagian dari citra Lumajang sebagai daerah yang kaya budaya dan potensi ekonomi kreatif.

Dengan dukungan dan pengelolaan yang tepat, kegiatan seperti ini bisa menjadi pengungkit ekonomi desa. Ajang ini mendorong tumbuhnya komunitas peternak, pemilik burung, hingga pelaku usaha kecil yang mendukung kegiatan lomba.

“Kita ingin menjadikan ini sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis budaya lokal,” tutup Bunda Indah.

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Ingatkan Penambang Waspadai AMAK 25, Jangan Tunggu Alarm Berbunyi

20 Juni 2026 - 20:14 WIB

Luka Bakar Hampir Seluruh Tubuh, Penambang Semeru Jadi Pengingat Risiko yang Sering Diabaikan

20 Juni 2026 - 14:14 WIB

PLN Tegaskan Pencurian Kabel Tak Terkait Pemadaman Bergilir di Lumajang

19 Juni 2026 - 20:54 WIB

Keindahan Tumpak Sewu Diubah Jadi Karya Batik Khas Lumajang

19 Juni 2026 - 10:45 WIB

Tanpa Pangkas Layanan, WFH Lumajang Justru Hemat Rp 464 Juta

19 Juni 2026 - 09:55 WIB

Tanah Sitaan Diduga Bersertifikat Baru, Dokter Kandungan Dilaporkan ke Polisi

16 Juni 2026 - 20:28 WIB

Trending di Daerah