Merpati Balap Lumajang: Ajang Kompetisi Seru - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 19 Mei 2025 14:26 WIB ·

Merpati Balap: Hobi Bernilai Ratusan Juta, Bupati Lirik Potensi Ekonomi Kreatif


 Merpati Balap: Hobi Bernilai Ratusan Juta, Bupati Lirik Potensi Ekonomi Kreatif Perbesar

Lumajang – Ajang Seleksi Daerah Merpati Balap (Selekda) dan Bupati Cap berlangsung meriah di Gunung Tring, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Minggu (18/5/2025). Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur hadir memeriahkan acara yang juga dihadiri langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah).

Dalam sambutannya, Bunda Indah menekankan bahwa merpati balap bukan hanya sekadar hobi. Kompetisi ini telah berkembang menjadi sektor ekonomi kreatif desa yang menjanjikan. Ia bahkan menyoroti nilai ekonomi yang tinggi dari seekor merpati balap.

“Ada yang harganya mencapai 100 sampai 200 juta rupiah. Ini bukan sekadar lomba, tapi peluang ekonomi luar biasa,” ujar Bunda Indah.

Pemerintah Siap Dorong Jadi Event Tahunan dan Nasional

Melihat antusiasme masyarakat, Pemkab Lumajang menyatakan dukungannya agar event ini rutin digelar setiap tahun. Bahkan, Bunda Indah berharap Lumajang bisa menjadi tuan rumah ajang Seleksi Nasional (Seleknas) tahun depan.

“Kalau kita selenggarakan Seleknas, peserta akan datang dari seluruh Indonesia. Dampaknya pasti luas, terutama untuk ekonomi warga sekitar,” tambahnya.

Kompetisi ini tak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga edukasi bagi generasi muda. Melalui lomba merpati balap, masyarakat belajar tentang nilai kerja keras, ketekunan, dan kecintaan terhadap potensi lokal.

Bunda Indah juga menyebut kegiatan ini sebagai sarana promosi daerah. Merpati balap bisa menjadi bagian dari citra Lumajang sebagai daerah yang kaya budaya dan potensi ekonomi kreatif.

Dengan dukungan dan pengelolaan yang tepat, kegiatan seperti ini bisa menjadi pengungkit ekonomi desa. Ajang ini mendorong tumbuhnya komunitas peternak, pemilik burung, hingga pelaku usaha kecil yang mendukung kegiatan lomba.

“Kita ingin menjadikan ini sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis budaya lokal,” tutup Bunda Indah.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jam Kerja ASN Kota Malang Turun Jadi 32,5 Jam per Pekan Selama Ramadan

20 Februari 2026 - 14:38 WIB

BI Malang Siapkan Rp3,913 Triliun Uang Tunai untuk Ramadan dan Idulfitri 2026

20 Februari 2026 - 14:28 WIB

Bank Indonesia Jember Siapkan Rp1,9 Triliun Uang Baru untuk Lebaran 2026

20 Februari 2026 - 13:51 WIB

Temuan Pasutri Terdaftar di RDKK, Komisi B DPRD Jember Minta Kejelasan Data

20 Februari 2026 - 13:43 WIB

Jangan Lewatkan! Kuota Terbatas, Pendaftaran Mudik Gratis Lumajang 2026 Sudah Dibuka

20 Februari 2026 - 12:10 WIB

Komisi B DPRD Jember Desak Bupati Muhammad Fawait Evaluasi Kadis TPHP yang Mangkir RDP

19 Februari 2026 - 16:43 WIB

Trending di Daerah