Santri di Lumajang Jadi Pelopor Gerakan Lingkungan Melalui Program Eco Pesantren - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Pendidikan · 1 Jul 2025 16:04 WIB ·

Santri di Lumajang Jadi Pelopor Gerakan Lingkungan Melalui Program Eco Pesantren


 Santri di Lumajang Jadi Pelopor Gerakan Lingkungan Melalui Program Eco Pesantren Perbesar

Lumajang, – Kabupaten Lumajang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan melibatkan pesantren sebagai pusat pendidikan sekaligus agen perubahan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang menggelar pelatihan Eco Pesantren di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Bahrusysyifa.

Program ini dirancang untuk membekali para santri dengan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, seperti pengelolaan sampah, pembuatan pupuk organik, dan penghijauan.

Tradisionalnya, pesantren dikenal sebagai lembaga pendidikan yang menanamkan nilai-nilai moral dan agama. Namun, perkembangan zaman menuntut pesantren untuk berperan lebih luas, termasuk dalam menjaga lingkungan hidup.

DLH Lumajang melihat potensi besar pesantren sebagai institusi yang dapat mengintegrasikan nilai-nilai keimanan dengan kesadaran ekologis.

“Santri adalah agen perubahan yang sangat strategis. Bila kesadaran lingkungan ditanamkan sejak usia dini, maka nilai tersebut akan tertanam kuat dan menyebar ke masyarakat luas, menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari,” kata Kepala Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Lumajang, Gunawan Eko, Selasa (1/7/25).

Dalam pelatihan Eco Pesantren di PPTQ Bahrusysyifa, para santri tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung.

Mereka diajarkan cara memilah sampah organik dan anorganik, mengolah limbah dapur menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan, serta mengubah sampah plastik menjadi ecobrick dan produk kerajinan daur ulang yang bernilai ekonomis.

Selain pengelolaan sampah, kegiatan penghijauan juga menjadi fokus utama. Para santri menanam berbagai tanaman produktif di lingkungan pondok, seperti sayuran dan tanaman obat, yang tidak hanya memperindah lingkungan tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan kesehatan.

Program Eco Pesantren bukan sekadar soal kebersihan fisik, melainkan juga pembentukan karakter hidup sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

“Kami ingin santri tidak hanya paham tentang lingkungan, tetapi juga mampu menerapkan dan mengajarkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Gunawan.

DLH Lumajang berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan pendampingan teknis kepada pesantren-pesantren yang ingin mengadopsi program serupa. Hal ini diharapkan dapat memperluas jaringan pelestarian lingkungan berbasis pendidikan keagamaan di seluruh wilayah Lumajang.

PPTQ Bahrusysyifa menyambut baik inisiatif DLH ini. Para santri menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan, menandakan bahwa program ini tidak hanya relevan, tetapi juga menarik dan mudah diterapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari.

“Kami sangat mendukung program ini karena sejalan dengan misi pesantren kami untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga peduli terhadap lingkungan. Ini adalah bentuk nyata pengamalan ajaran agama dalam menjaga ciptaan Allah,” jelas Ketua pengurus pondok, Ustadz Ahmad Fauzi.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menganyam Harmoni di Lereng Semeru, Keberagaman Budaya dan Adat di Kecamatan Senduro

26 Maret 2026 - 11:37 WIB

Ramadan Jadi Momentum Lahirnya Asrama Tahassus 600 Santri di Lumajang, Bupati Sebut Kebanggaan Daerah

6 Maret 2026 - 19:00 WIB

Sungai Regoyo Meluap, 37 Siswa SD di Dusun Sumberlangsep Terpaksa Ujian dari Rumah

5 Maret 2026 - 18:24 WIB

Menelusuri Masjid Tua Lumajang, Warisan Dakwah Ulama dan Jejak Sejarah Pasca Perang Jawa

5 Maret 2026 - 12:42 WIB

Durasi Jam Pelajaran Disesuaikan, Pembelajaran Ramadan di Surabaya Tetap Efektif

17 Februari 2026 - 11:57 WIB

Dari 5.655 Kini 1.700, Angka ATS Kota Malang Terus Menyusut

2 Februari 2026 - 09:20 WIB

Trending di Pendidikan