Sistem Rujukan Internasional Pasien Tak Mampu di Indonesia - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 7 Jul 2025 09:11 WIB ·

Langkah Kecil dari Lumajang, Harapan Besar untuk Indonesia: Sistem Rujukan Internasional Pasien Tak Mampu Dimulai


 Langkah Kecil dari Lumajang, Harapan Besar untuk Indonesia: Sistem Rujukan Internasional Pasien Tak Mampu Dimulai Perbesar

Harapan baru menyinari keluarga kecil di Dusun Nyioran, Desa Kaliboto Lor, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang. Evan Kamyel Syahputra, seorang anak dengan penyakit jantung bawaan (jantung biru), akan menjalani operasi jantung gratis di India.

Operasi ini terlaksana berkat dukungan Little Heart Foundation (LHF), sebuah organisasi internasional yang aktif membantu anak-anak dari negara berkembang. LHF membiayai seluruh tindakan medis, termasuk operasi yang kompleks dan berisiko tinggi.

Selain itu, LHF juga mengembangkan sistem rujukan luar negeri yang responsif dan terstruktur bagi pasien dari Indonesia. Sistem ini menjadi solusi alternatif ketika fasilitas di dalam negeri belum mampu menangani kasus-kasus khusus.

Komunitas lokal Amal Membantu Sesama (AMS) turut memainkan peran penting. Bersama para relawan seperti Mbak Niken, AMS menggalang dana dan mendampingi keluarga Evan dalam proses pengobatan. Mereka membantu pembiayaan transportasi dan akomodasi yang tidak ditanggung oleh LHF.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menyampaikan apresiasi atas kolaborasi luar biasa ini saat mengunjungi keluarga Evan pada Jumat (4/7/2025). Ia menekankan bahwa kerja sama lintas batas ini menunjukkan solidaritas yang nyata.

“Biaya operasi memang ditanggung pihak luar negeri, namun perjalanan dan akomodasi didukung oleh donatur lokal melalui AMS. Ini membuktikan bahwa solidaritas mampu menembus batas negara dan sosial,” ujar Bunda Indah.

Harapan Nasional: Rintisan Sistem Rujukan Luar Negeri untuk Pasien Tak Mampu

Kisah Evan tidak hanya mengharukan, tetapi juga membuka jalan untuk lahirnya model sistem rujukan internasional berbasis kemanusiaan. Sistem ini memungkinkan pasien dari keluarga prasejahtera memperoleh akses pengobatan terbaik, bahkan di luar negeri.

Lebih lanjut, Bunda Indah berharap agar semakin banyak pasien serupa bisa mendapatkan manfaat dari skema serupa. “Kita bisa dorong model ini lewat kerja sama internasional maupun penguatan sistem rujukan dalam negeri,” tegasnya.

Sementara itu, inisiatif ini sekaligus menjadi simbol transformasi cara pandang terhadap layanan kesehatan yang inklusif dan adil. Anak-anak dari desa terpencil pun berhak mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik, tanpa harus terkendala biaya atau jarak.

Di sisi lain, kolaborasi antara LHF dan AMS menunjukkan bagaimana komunitas lokal dan lembaga global dapat bersatu demi menyelamatkan satu nyawa.

Kisah Evan bukan sekadar cerita pribadi, tetapi narasi besar tentang masa depan layanan kesehatan Indonesia.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua Pemuda Pancasila Lumajang Ucapkan Selamat atas Pelantikan Pengurus DPC Madas

23 Mei 2026 - 16:02 WIB

Surat DLH Dibantah Bupati, Koordinasi Pemkab Lumajang Dipertanyakan

23 Mei 2026 - 09:44 WIB

Baru Masa Tanam, Sawah di Lumajang Keburu Diterjang Banjir

21 Mei 2026 - 12:54 WIB

Pemkab Lumajang Patroli Cek Pemasangan CCTV dan PJU di Sukodono

20 Mei 2026 - 01:13 WIB

Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Sungai di Biting, Penanganan Dimulai Awal Juni

18 Mei 2026 - 15:55 WIB

Bupati Lumajang Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Pemerintahan, Inspektorat Disebut Jadi Pisau Pengawasan

18 Mei 2026 - 12:52 WIB

Trending di Daerah