Pujawali Pura Semeru Agung Tak Sekadar Tradisi, Tapi Penanda Sejarah Spiritualitas Hindu - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 10 Jul 2025 16:49 WIB ·

Pujawali Pura Semeru Agung Tak Sekadar Tradisi, Tapi Penanda Sejarah Spiritualitas Hindu


 Pujawali Pura Semeru Agung Tak Sekadar Tradisi, Tapi Penanda Sejarah Spiritualitas Hindu Perbesar

Lumajang, – Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Indonesia, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace, menegaskan bahwa Pujawali di Pura Mandhara Giri Semeru Agung bukan sekadar ritual tahunan yang diulang berdasarkan kalender, melainkan sebuah penanda sejarah spiritual yang memiliki makna mendalam bagi umat Hindu.

Dalam pernyataannya saat menghadiri upacara Pujawali tahun ini, Cok Ace menjelaskan bahwa pemilihan bulan purnama sebagai waktu pelaksanaan upacara berkaitan langsung dengan momentum pengaktifan fungsi pura yang terjadi pada tahun 1992 silam.

Baca juga: Fasilitas Rusak dan Minim Penerangan, Gerindra Soroti Potensi Bahaya di Sekitar Pura Mandhara Giri

“Kenapa di bulan purnama? Karena pada bulan purnama tahun 1992 ini kita menetapkan sebagai hari dimulainya fungsi pura ini. Jadi ini bukan ulang tahun Tuhan, tapi inilah peringatan kami bahwa pura ini digunakan mulai saat itu,” ungkap Cok Ace, Rabu (10/7/25).

Lebih dari sekadar tempat ibadah, Pura Mandhara Giri juga menjadi jembatan spiritual antara umat Hindu di Bali dan Jawa. Kehadirannya memperkuat ikatan kultural dan spiritual di tengah keragaman geografis, serta menjaga kesinambungan tradisi lintas generasi.

“Ini adalah warisan spiritual yang bukan hanya dijaga secara fisik, tapi juga secara rohani. Pujawali bukan hanya simbol perayaan, tetapi penegasan atas identitas dan sejarah kehadiran pura ini sebagai pusat keagamaan,” tegas Cok Ace.

Pura Mandhara Giri Semeru Agung yang terletak di lereng Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, kini menjadi salah satu titik sakral penting umat Hindu di Jawa Timur. Setiap tahunnya, pura ini menjadi magnet spiritual bagi umat dari Bali, Jawa Timur, dan berbagai wilayah lainnya.

Pujawali sendiri merupakan bagian dari siklus upacara besar yang mengikuti sistem penanggalan Isyakat, dengan skema pengulangan yang unik tahunan (1 gerbau), lima tahunan (3 gerbau), dan sepuluh tahunan (13 kerbau). Rangkaian upacara tahun ini berlangsung selama 11 hari, dengan puncak acara hingga tanggal 21 Juli 2025 mendatang.

Menurut Wira Dharma, pengurus harian pura, kegiatan keagamaan ini diikuti umat Hindu secara bergiliran setiap hari, menunjukkan tingginya penghormatan terhadap kedudukan Pura Mandhara Giri Semeru Agung dalam kehidupan beragama.

“Setiap hari ada umat dari daerah berbeda yang datang ke sini secara bergiliran. Ini pura yang dituakan dan dihormati, tidak hanya dari Bali tapi juga dari berbagai wilayah di Jawa Timur,” ujar Wira.

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Desil di Berkas Berbeda dengan Aplikasi, Dinsos Lumajang Coret Pendaftar Beasiswa

7 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Jalan Terlalu Curam, Petugas Belum Bisa Padamkan Api di Perbukitan Argosari

6 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Kawendra Lukistian Dapat Amanat di PBNU, Ini Semangat yang Dibawanya hingga 2031

1 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Detik-detik Gunung Semeru Keluarkan Dentuman Keras, Terekam CCTV BPBD Lumajang

29 September 2026 - 11:32 WIB

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Trending di Nasional