Gunung Semeru Meletus Empat Kali dalam 3 Jam, Kolom Letusan Capai 1,2 Km - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Nasional · 15 Jul 2025 14:29 WIB ·

Gunung Semeru Meletus Empat Kali dalam 3 Jam, Kolom Letusan Capai 1,2 Km


 Gunung Semeru Meletus Empat Kali dalam 3 Jam, Kolom Letusan Capai 1,2 Km Perbesar

Lumajang, – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi dengan empat kali erupsi dalam kurun waktu beberapa jam pada Selasa pagi (15/7/2025).

Letusan tertinggi tercatat mencapai 1.200 meter di atas puncak, menyemburkan kolom abu pekat yang mengarah ke selatan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporan tertulisnya menyebutkan bahwa erupsi terakhir terjadi pada pukul 07.15 WIB.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 07.15 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.200 meter di atas puncak atau ketinggian 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl),” jelasnya.

Baca juga: Bupati Lumajang: Administrasi Rampung, Kami Siap Susul Peluncuran Sekolah Rakyat

Menurutnya, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan cenderung condong ke arah selatan. Hingga laporan itu diterima, aktivitas erupsi masih terus berlangsung.

Erupsi tersebut merupakan yang keempat pada hari yang sama. Sebelumnya, erupsi pertama terjadi pukul 04.20 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 800 meter di atas puncak. Kolom abu mengarah ke selatan dan barat daya dengan intensitas tebal, dan terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi selama 152 detik.

Baca juga: Gaji Honorer Lumajang Diambil dari APBD, Bupati: Kami Genjot PAD demi Mereka

Erupsi kedua menyusul pada pukul 06.21 WIB, meski secara visual letusan tidak teramati. Namun, aktivitas vulkanik tetap terdeteksi melalui alat pemantau dan masih berlangsung saat laporan dibuat.

Kemudian pada pukul 06.51 WIB, Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom sekitar 600 meter. Kolom abu berwarna putih kelabu, mengarah ke utara dan barat daya, disusul erupsi keempat yang terjadi hanya 24 menit berselang.

Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting, di antaranya:

Warga dilarang beraktivitas dalam radius delapan kilometer dari puncak di sektor tenggara, khususnya sepanjang Besuk Kobokan.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai karena potensi awan panas dan aliran lahar bisa menjangkau hingga 13 kilometer.

Aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak kawah juga sangat tidak disarankan karena potensi lontaran batu pijar.

Liswanto mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi bahaya sekunder seperti awan panas guguran, guguran lava, dan lahar hujan.

“Terutama di daerah-daerah aliran sungai yang berhulu ke puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat,” pungakasnya.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perhotelan Malang Siap Sambut 100 Ribu Jemaah NU, Tarif Tetap Stabil

3 Februari 2026 - 15:57 WIB

Erupsi Semeru Picu Hujan Abu di Senduro, Warga Keluhkan Aktivitas Harian Terganggu

3 Februari 2026 - 15:07 WIB

Jalan Rusak Tergerus Lahar, Warga Lumajang Terpaksa Lewati Area Persawahan

3 Februari 2026 - 13:50 WIB

Berpacu dengan Ancaman Lahar, Perbaikan Tanggul Sungai Regoyo Dikebut

3 Februari 2026 - 13:33 WIB

Gunung Semeru Tertutup Kabut, Aktivitas Vulkanik Level III Tetap Siaga

1 Februari 2026 - 11:45 WIB

Hadapi Ancaman Tahunan Semeru, Lumajang Siapkan Generasi Tangguh Bencana

30 Januari 2026 - 08:06 WIB

Trending di Nasional