Cerita Pilu Siti Fatimah, Ibu Lansia yang ‘Dibuang’ Anak Kandung ke Panti Jompo Malang - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Nasional · 17 Jul 2025 20:39 WIB ·

Cerita Pilu Siti Fatimah, Ibu Lansia yang ‘Dibuang’ Anak Kandung ke Panti Jompo Malang


 Cerita Pilu Siti Fatimah, Ibu Lansia yang ‘Dibuang’ Anak Kandung ke Panti Jompo Malang Perbesar

Surabaya, – Viral di media sosial kisah pilu seorang ibu lansia bernama Siti Fatimah asal Surabaya yang ‘dibuang’ oleh empat anak kandungnya ke Griya Lansia Husnul Khatimah di Malang.

Kisah tersebut pertama kali dibagikan oleh Arief Camra, Ketua Yayasan Griya Lansia, melalui akun Instagram pribadinya @ariefcamra dan kemudian menjadi viral di akun @surabaya.terkini pada Kamis (17/7/25).

Siti Fatimah, yang tinggal di Jalan Perlis Selatan VI, Surabaya, harus menerima kenyataan pahit ketika keempat anaknya, yaitu Lukman Arif, Faisal, Warda, dan Robet, memutuskan menitipkannya ke panti jompo karena keterbatasan ekonomi dan ketidakmampuan merawatnya secara optimal.

LH (40), anak ketiga Siti Fatimah, menyatakan bahwa keputusan itu bukanlah bentuk pembuangan, melainkan sebuah upaya agar ibunya mendapatkan perawatan yang lebih baik.

Baca juga: Buruan Korupsi Kredit Fiktif Lumajang Ditangkap Karena Kasus Sabu di Maluku

“Biar ada yang merawat ibu saya, nggak ada tujuan membuang ibu saya. Apalagi kondisi ekonomi kurang mampu, sanak saudara angkat tangan semua,” ujar LH saat ditemui di rumahnya.

LH mengaku selama ini dialah yang paling aktif merawat sang ibu, namun keterbatasan ekonomi membuatnya terpaksa menitipkan Siti Fatimah ke Griya Lansia di Malang.

Baca juga: Polisi Terima Laporan Dugaan Penganiayaan Santri oleh Pemilik Ponpes di Malang

“Tujuan saya bukan membuang ibu saya. Cuma biar ada yang merawat ibu saya, ada yang ngobati ibu saya ya nggak papa,” tambahnya.

Sementara itu, Arief Camra yang menerima langsung penyerahan Siti Fatimah pada Selasa (15/7/25) menjelaskan bahwa penerimaan lansia di Griya Lansia dilakukan secara terbuka dan transparan, termasuk proses serah terima dan pemakaman bila nantinya dibutuhkan.

Dalam video yang viral, Arief sempat berbincang dengan Lukman Arif yang menyatakan bahwa mereka sudah tidak memiliki kemampuan untuk mengurus ibunya. Keputusan menitipkan sang ibu ke panti jompo dianggap sebagai jalan terbaik di tengah kondisi sulit.

Baca juga: Tanpa SK Biru, Reforma Agraria di Jember Jalan di Tempat

“Dengan menitipkan ibu berarti Anda dan saudara-saudara lainnya tidak bisa menjenguk ibu. Bila ibu meninggal maka tidak bisa diberitahukan dan dimakamkan di Griya Lansia,” jelas Arief dalam video tersebut. Lukman pun menyetujui ketentuan ini dan menandatangani surat pernyataan tanpa protes.

Kasus ini mengundang perhatian dan simpati banyak pihak di media sosial. Namun, sebelumnya sudah pernah terjadi kasus serupa, seperti dialami oleh Nasikah, seorang lansia asal Surabaya yang juga viral karena ‘dibuang’ ke panti jompo. Kedua anak Nasikah kemudian mengklarifikasi bahwa mereka tidak berniat membuang ibunya, melainkan karena tidak mampu merawat.

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kawendra Lukistian Dapat Amanat di PBNU, Ini Semangat yang Dibawanya hingga 2031

1 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Detik-detik Gunung Semeru Keluarkan Dentuman Keras, Terekam CCTV BPBD Lumajang

29 September 2026 - 11:32 WIB

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Karhutla Blok Metigi Renteng Belum Sepenuhnya Tuntas, Asap Masih Terlihat di Medan Curam

14 September 2026 - 19:44 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan

14 September 2026 - 14:00 WIB

Trending di Nasional