Ditengah Kemacetan Ekstrem, Banyuwangi Tetap Gelar Tour de Ijen - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 24 Jul 2025 08:44 WIB ·

Ditengah Kemacetan Ekstrem, Banyuwangi Tetap Gelar Tour de Ijen


 Ditengah Kemacetan Ekstrem, Banyuwangi Tetap Gelar Tour de Ijen Perbesar

Banyuwangi, – Di tengah krisis lalu lintas yang melumpuhkan hampir seluruh akses darat menuju Banyuwangi, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tetap bersikukuh menggelar ajang balap sepeda internasional Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) pada 28–31 Juli 2025.

Penutupan total Jalur Gumitir sejak hari ini (24/7/25) serta kemacetan parah di Pantura Situbondo–Ketapang akibat antrean penyeberangan sepanjang 14 kilometer telah membuat wilayah Banyuwangi nyaris terisolasi.

Di tengah situasi itu, kehadiran TdBI justru akan menambah beban lalu lintas dengan penutupan sejumlah ruas jalan utama seperti Genteng–Banyuwangi Kota.

“Sebaiknya jangan ke Banyuwangi dulu kalau tidak mendesak. Semua akses darat rawan macet parah,” ujar Hilman, warga lokal yang ikut menyuarakan keresahan masyarakat.

Baca juga: Penutupan Jalur Gunung Gumitir Menuai Proses Pembahasan, Dishub Banyuwangi Minta Masyarakat Bersabar

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, bahkan menyebut kondisi saat ini sebagai darurat logistik. Menurutnya, penutupan total Jalur Gumitir tanpa sistem buka-tutup sangat berisiko, apalagi jalur alternatif seperti kawasan Ijen tidak layak dilalui truk besar.

Sementara di sisi utara, arus logistik via Pelabuhan Ketapang tersendat karena hanya empat kapal yang beroperasi di dermaga LCM.

“Kalau Gumitir ditutup dan Pantura belum terurai, Banyuwangi bisa benar-benar lumpuh. Ini bukan lagi soal wisata, tapi distribusi barang dan ekonomi daerah,” tegas Nyono.

Namun demikian, Pemkab Banyuwangi tetap melanjutkan pelaksanaan TdBI 2025 yang masuk dalam kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI).

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa event ini bersifat strategis untuk promosi daerah.

Baca juga: Gunung Semeru Erupsi Lima Kali dalam Sehari, Kolom Abu Capai 1.000 Meter

“Kami tetap gelar Tour de Ijen karena ini bukan sekadar olahraga, tapi juga promosi wisata, dorong ekonomi rakyat, dan bentuk konsolidasi infrastruktur,” ujarnya.

Pernyataan itu menuai beragam reaksi. Sejumlah pihak mempertanyakan prioritas penyelenggaraan event besar di tengah kemacetan ekstrem dan ancaman krisis transportasi.

Warga dan pengusaha logistik mengaku khawatir situasi bakal memburuk. Truk-truk tronton dilaporkan mogok berjam-jam di jalur utara. Pengendara dari arah Watudodol bahkan harus menempuh waktu hingga 7 jam hanya untuk menuju pusat kota Banyuwangi.

Di sisi lain, Dishub Jatim mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk segera mengaktifkan jalur laut alternatif Jangkar–Padang Bai atau Celukan Bawang (Bali Utara) sebagai solusi jangka panjang distribusi barang ke dan dari Banyuwangi.

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Merah Putih di Antara Tradisi dan Langit B29

17 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Tangis Gibran Pecah di Hari Kemerdekaan, Lahir 17 Agustus dengan Berat 3,2 Kilogram

17 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Pantau Aktivitas Semeru, BPBD Lumajang Andalkan CCTV hingga Sistem EWS Berbasis AI

14 Agustus 2026 - 10:14 WIB

DPRD Jatim Minta Kontribusi Kendaraan Listrik terhadap Jalan Tak Dipukul Rata

12 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Karhutla TNBTS Meluas, Api Capai B29 dan Mengarah ke Sabana Pasuruan

9 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Api Masih Membakar Hutan TNBTS Lumajang, Water Bombing Dilakukan untuk Jangkau Titik Sulit

9 Agustus 2026 - 07:24 WIB

Trending di Nasional