Ranu Kumbolo Membeku, Petualangan di Atas Salju Tropis - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Pariwisata · 26 Jul 2025 10:14 WIB ·

Ranu Kumbolo Membeku, Petualangan di Atas Salju Tropis


 Ranu Kumbolo Membeku, Petualangan di Atas Salju Tropis Perbesar

Lumajang, – Di ketinggian sekitar 2.400 meter di atas permukaan laut, tersembunyi sebuah permata alam yang setiap musim kemarau berubah menjadi lanskap menakjubkan Ranu Kumbolo.

Danau berair jernih ini, yang biasa jadi tempat singgah para pendaki Gunung Semeru, kini diselimuti keheningan dan keindahan yang beku.

Saat suhu menyentuh titik 0 derajat Celsius, embun yang biasanya tak terlihat berubah menjadi butiran es tipis. Rumput-rumput di sekitar danau memutih, seperti disapu salju tipis.

Kabut tipis menyelimuti air danau, dan sinar matahari pagi memantulkan kilauan dari setiap tetes embun yang membeku menghadirkan suasana layaknya musim dingin di luar negeri, namun berada di jantung Pulau Jawa.

“Rasanya seperti berkemah di atas salju. Semua serba putih saat pagi hari,” cerita Roni, seorang pendaki asal Malang yang baru saja turun dari jalur Semeru, Sabtu (26/5/25).

Baca juga: Sopir Tabrak Rumah di Lumajang Masih Buron, Mobil Ditemukan Tanpa Pelat Nomor

Bagi banyak pendaki, momen ini adalah impian. Berkemah di tepi Ranu Kumbolo saat suhu turun ekstrem memang jadi tantangan tersendiri, tapi juga menghadirkan pengalaman yang tak tertandingi.

Suara angin malam, udara beku yang menggigit kulit, dan pemandangan yang sulit dilukiskan semuanya membentuk petualangan yang melekat seumur hidup.

Namun, keindahan ini datang dengan risiko. Balai Besar TNBTS mengingatkan semua wisatawan untuk tidak meremehkan suhu ekstrem. Jaket tebal, sleeping bag yang tahan suhu rendah, alas tidur insulasi, hingga perlengkapan darurat adalah bekal wajib.

Baca juga: Menyeduh Senja di Kaki Semeru, Eksplorasi Tempat Ngopi Dengan Pemandangan Langsung ke Gunung Tertinggi di Jawa

“Suhu bisa turun drastis, terutama menjelang subuh. Jangan sampai keindahan ini justru berujung pada kondisi darurat seperti hipotermia,” kata pihak TNBTS dalam keterangannya.

Maka, bagi para pecinta alam dan petualang, Ranu Kumbolo di musim embun beku bukan sekadar tempat berkemah melainkan ritual pendakian yang penuh makna dan pembuktian diri. Dinginnya menusuk, tapi kenangan yang ditinggalkan selalu hangat di hati.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Waspada Longsor dan Angin Kencang, Camping Ground Ranu Regulo Ditutup Sementara

9 Maret 2026 - 17:08 WIB

Libur Lebaran dan Nyepi Jadi Momentum, Lumajang Kenalkan Wisata Viral Air Terjun Sumber Telu

6 Maret 2026 - 10:25 WIB

Wisata Sungai Glidik Tak Bisa Sembarangan, Izin Gubernur Jadi Kunci

13 Februari 2026 - 10:55 WIB

Kayutangan Heritage Bikin Wisatawan Betah, Okupansi Hotel Malang Stabil di 70 Persen

2 Februari 2026 - 09:10 WIB

DPRD Lumajang Ungkap Kesepakatan Lama Pengelolaan Tumpak Sewu dan Coban Sewu

1 Februari 2026 - 10:07 WIB

Tarik Tiket di Dasar Sungai Bisa Berujung Pidana, Ini Peringatan Pemkab Lumajang

29 Januari 2026 - 16:17 WIB

Trending di Pariwisata