Skrining Gratis untuk Semua Usia, Tapi Baru 12,7 Persen Warga Lumajang Manfaatkan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Kesehatan dan Olah Raga · 27 Jul 2025 11:05 WIB ·

Skrining Gratis untuk Semua Usia, Tapi Baru 12,7 Persen Warga Lumajang Manfaatkan


 Skrining Gratis untuk Semua Usia, Tapi Baru 12,7 Persen Warga Lumajang Manfaatkan Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) terus menggencarkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk seluruh lapisan masyarakat. Namun, hingga 22 Juli 2025, cakupan program ini masih relatif rendah.

Dari total penduduk Lumajang yang mencapai 1.145.849 jiwa, baru 12,7 persen atau sekitar 52.376 orang yang telah mengikuti skrining kesehatan melalui program CKG, meskipun jumlah pendaftar tercatat lebih dari 55 ribu orang.

Padahal, layanan ini dirancang menyentuh semua kelompok usia mulai dari bayi dan balita, anak sekolah, usia produktif, hingga lansia. Untuk kelompok lansia, bahkan tersedia 20 jenis layanan pemeriksaan, mulai dari cek tekanan darah, gula darah, kesehatan gigi, hingga deteksi dini penyakit kronis seperti kanker, stroke, jantung, dan diabetes.

Baca juga: DPRD Lumajang Dorong Penegakan Perpres Terkait Konflik Tanah HGU

“Kalau dilihat dari pendaftar, partisipasinya cukup bagus, tingkat kehadiran mencapai 93,3 persen. Tapi dibanding total jumlah penduduk, angka ini masih sangat kecil,” kata Marfuah, Penanggung Jawab Program CKG Dinkes P2KB Lumajang, Minggu (27/7/25).

Ia menjelaskan, rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan rutin menjadi tantangan besar. “Pola pikir lama masih dominan: periksa kalau sudah sakit. Padahal, saat ini kita dorong skrining rutin sebagai bagian dari pencegahan,” tambahnya.

Baca juga: Sopir Tabrak Rumah di Lumajang Masih Buron, Mobil Ditemukan Tanpa Pelat Nomor

Selain edukasi, akses layanan yang belum merata di sejumlah kecamatan juga menjadi kendala. Wilayah-wilayah dengan kepadatan tinggi seperti Lumajang Kota, Yosowilangun, dan Pasirian mengalami beban layanan yang besar, sehingga memperlambat pemerataan.

Sebagai upaya perbaikan, Dinkes P2KB memperluas jangkauan layanan hingga ke desa-desa pelosok dan mengemas pemeriksaan dalam paket sesuai kelompok usia. Strategi ini diharapkan dapat mempercepat capaian sekaligus mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas.

“Target kami bukan sekadar angka, tapi bagaimana warga benar-benar sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” pungkas Marfuah.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Legislator PDIP Lumajang Siapkan Pendampingan Warga Berobat hingga Transportasi Gratis

17 Mei 2026 - 19:07 WIB

PDIP Lumajang Siap Fasilitasi Pengobatan Warga Miskin hingga Jutaan

17 Mei 2026 - 18:36 WIB

Sepak Bola Kampung di Senduro Perkuat Ikatan Sosial Warga Antar-RW

13 Mei 2026 - 18:53 WIB

Tompokerso Cup di Lumajang Dibuka dengan Genduren, Tradisi Desa yang Tetap Bertahan

13 Mei 2026 - 18:34 WIB

TC di Prancis Jadi Titik Penting Karier Lintang Radisty, Talenta Lumajang di Timnas U-17

12 Mei 2026 - 14:16 WIB

Candra Hermawan Podium di Buriram, Yamaha Indonesia Optimistis Hadapi Seri Ketiga ARRC

12 Mei 2026 - 14:00 WIB

Trending di Kesehatan dan Olah Raga