Bupati Lumajang Akan Kembalikan Lumajang Sebagai Kota Pisang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Daerah · 6 Agu 2025 17:37 WIB ·

Bupati Lumajang Akan Kembalikan Lumajang Sebagai Kota Pisang


 Bupati Lumajang Akan Kembalikan Lumajang Sebagai Kota Pisang Perbesar

Lumajang, – Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan akan mengembalikan julukan Kota Pisang bagi Kabupaten Lumajang.

Menurutnya, julukan tersebut bukan hanya slogan semata, melainkan bagian dari identitas ekonomi masyarakat yang perlu diperjuangkan dan dihidupkan kembali.

Hal itu disampaikan Bunda Indah sapaan akrab Bupati Lumajang saat melakukan kunjungan dalam kegiatan Setor Madu ke UPT Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro, Rabu (6/8/25).

Baca juga: Mahasiswa KKN Jadi Korban Pencurian di Kantor Desa, Dua Motor Raib

“Kita pernah dikenal sebagai Kota Pisang. Itu bukan sekadar julukan, tapi identitas ekonomi masyarakat kita. Kita harus rebut kembali julukan itu dengan kerja nyata,” ujar Bunda Indah di hadapan para penyuluh dan petani.

Ia menjelaskan Lumajang memiliki potensi besar sebagai sentra produksi pisang di Jawa Timur. Namun selama ini, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, baik dari sisi budidaya, sistem distribusi, hingga pengelolaan pascapanen.

Baca juga: BPN Lumajang, Tiga Sertifikat Diterbitkan Sesuai Prosedur, Berdasarkan Data Sah

Lebih lanjut, ia menyebut pisang asal Lumajang memiliki kualitas ekspor yang tinggi, terutama dari segi rasa dan daya tahan.

Hal ini menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal jika pengelolaannya dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

“Kalau kita serius kelola, saya yakin pisang Lumajang bisa bersaing di pasar nasional bahkan internasional. Dampaknya akan langsung terasa bagi petani, pedagang, dan pelaku UMKM olahan pisang,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Indah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian, terutama di bidang budidaya pisang.

Ia menekankan bahwa pertanian bukan lagi pekerjaan kuno, tapi justru menjanjikan bila dikelola dengan pendekatan modern.

“Anak-anak muda jangan malu jadi petani. Apalagi petani pisang di Lumajang. Ini potensi besar yang bisa jadi sumber penghidupan dan kebanggaan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelantikan Pejabat Baru di Jember Dibayangi Silpa Rp700 Miliar

3 Januari 2026 - 11:00 WIB

Ketahanan Pangan Terancam Jadi Korban Silpa, DPRD Minta Perencanaan APBD Lebih Matang

3 Januari 2026 - 09:22 WIB

Silpa Rp 700 Miliar Jadi Alarm Keras Kinerja OPD di Tahun Awal Pemerintahan Jember

3 Januari 2026 - 09:08 WIB

Silpa APBD Jember Tembus Rp700 Miliar, DPRD Siapkan Evaluasi Besar-besaran OPD

2 Januari 2026 - 16:53 WIB

Senduro Masuk Kategori Mandiri, Bukti Desa Mampu Menjadi Garda Terdepan Pelestarian Lingkungan

2 Januari 2026 - 16:14 WIB

Data Lemah, Pembinaan Minim, Petani Pisang Terjebak Sistem Off Taker

2 Januari 2026 - 15:52 WIB

Trending di Daerah