Penanaman Pohon Lumajang untuk Keberlanjutan Lingkungan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan Jalan Baru Pasrujambe Buka Akses Ekonomi dan Percepat Pertumbuhan Desa

Daerah · 7 Agu 2025 04:59 WIB ·

Pemkab Lumajang Jadikan Penanaman Pohon Strategi Perlindungan Sumber Air di Desa Tunjung


 Pemkab Lumajang Jadikan Penanaman Pohon Strategi Perlindungan Sumber Air di Desa Tunjung Perbesar

Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan, khususnya perlindungan sumber daya air. Salah satu langkah nyata diwujudkan lewat kegiatan penanaman pohon di kawasan Sumber Mata Air Desa Tunjung, Kecamatan Gucialit, Selasa (5/8/2025).

Aksi ini dipimpin langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma (Mas Yudha). Keduanya menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan ekosistem air di wilayah perdesaan.

“Pohon bukan hanya penghijauan. Ia adalah pelindung air, penjaga tanah, dan nafas masa depan,” ujar Bunda Indah saat menanam bibit pohon.

Masyarakat Dilibatkan Langsung dalam Aksi Konservasi

Penanaman pohon dilakukan tepat di zona tangkapan air, lokasi strategis yang berfungsi sebagai penopang daya serap tanah. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko erosi dan longsor, sekaligus mempertahankan cadangan air tanah yang sangat dibutuhkan masyarakat sekitar.

Warga Desa Tunjung terlibat aktif dalam proses penghijauan, mulai dari menggali lubang hingga menyiram bibit. Pendekatan partisipatif ini dinilai penting agar masyarakat merasa memiliki dan turut menjaga kelestarian lingkungan.

“Konservasi bukan pekerjaan satu hari. Ini proses panjang, dan butuh keterlibatan semua pihak,” tegas Mas Yudha.

Pohon Pule dan Sukun Dipilih karena Manfaat Ekologisnya

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, menjelaskan bahwa pihaknya menanam 20 bibit pohon terdiri dari jenis Pule dan Sukun. Pemilihan ini didasarkan pada manfaat ekologis dan kemampuan adaptasi tanaman terhadap kondisi tanah di kawasan tersebut.

“Pule punya akar tunggang yang kuat mencegah erosi, sementara Sukun punya akar serabut dan daun lebat yang menahan air dan memberi keteduhan,” jelasnya.

Langkah Konkrit Menuju Ketahanan Ekologi

Inisiatif ini menjadi bagian dari program perlindungan sumber daya air berbasis vegetasi yang akan terus dikembangkan ke desa-desa lain di Kabupaten Lumajang. Pemkab berharap pelestarian sumber daya alam dijadikan prioritas dalam pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.

Gerakan ini sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan lintas sektor dan kolaboratif dalam menjaga masa depan ekologi Lumajang, terutama di tengah ancaman krisis air dan perubahan iklim global.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Silpa APBD Jember Tembus Rp700 Miliar, DPRD Siapkan Evaluasi Besar-besaran OPD

2 Januari 2026 - 16:53 WIB

Senduro Masuk Kategori Mandiri, Bukti Desa Mampu Menjadi Garda Terdepan Pelestarian Lingkungan

2 Januari 2026 - 16:14 WIB

Data Lemah, Pembinaan Minim, Petani Pisang Terjebak Sistem Off Taker

2 Januari 2026 - 15:52 WIB

Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa

2 Januari 2026 - 14:18 WIB

Ganti Ambulans Rusak Berat, Pemkab Lumajang Serahkan 29 Armada Baru ke Desa

2 Januari 2026 - 14:12 WIB

Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial

2 Januari 2026 - 14:02 WIB

Trending di Daerah