Bupati Lumajang: Kematian Tidak Bisa Dihubungkan Langsung dengan Sound Horeg Tanpa Bukti Medis - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 7 Agu 2025 12:01 WIB ·

Bupati Lumajang: Kematian Tidak Bisa Dihubungkan Langsung dengan Sound Horeg Tanpa Bukti Medis


 Bupati Lumajang: Kematian Tidak Bisa Dihubungkan Langsung dengan Sound Horeg Tanpa Bukti Medis Perbesar

Lumajang, – Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menanggapi isu yang ramai diperbincangkan masyarakat terkait dugaan kematian seorang warga setelah menghadiri acara sound horeg.

Ia menegaskan hingga kini belum ada dasar ilmiah maupun medis yang dapat menghubungkan langsung kematian tersebut dengan aktivitas sound horeg.

“Kalau ditanya apakah meninggal itu karena sound horeg, saya tidak bisa jawab. Karena tidak bisa dibuktikan. Rumah sakit juga tidak bisa jawab, karena begitu datang sudah meninggal,” ujar Bupati Indah dalam keterangannya pada Kamis (7/8/25).

Baca juga: Langsung Cetak NIB di Kecamatan, Pemkab Lumajang Permudah UMKM Naik Kelas

Ia menambahkan, jika ada dugaan bahwa kematian itu berkaitan dengan paparan suara keras atau getaran dari sound system berdaya tinggi, maka harus melalui pembuktian ilmiah yang dilakukan oleh tenaga medis atau ahli forensik yang berkompeten.

“Kalau dikatakan itu penyebabnya sound horeg, harus dibuktikan secara ilmiah,” tegasnya.

Meskipun demikian, Pemkab Lumajang tetap merespons serius keresahan masyarakat.

Pemerintah daerah bersama Polres Lumajang tengah menyusun langkah evaluasi terhadap penyelenggaraan acara sound horeg yang kerap digelar di berbagai wilayah desa.

Baca juga: Lumajang Tumbuhkan Kemandirian Pangan dari Halaman Sendiri

“Kami sudah sepakat dengan Pak Kapolres untuk evaluasi. Harus duduk bareng, agar kegiatan ini tetap bisa dilaksanakan tapi dengan batasan-batasan tertentu,” ujar Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu.

Evaluasi yang dilakukan akan mencakup sejumlah aspek teknis, mulai dari pengaturan volume suara, jumlah speaker, hingga tata letak lokasi pertunjukan agar tidak membahayakan masyarakat.

Dalam kasus yang terjadi baru-baru ini, Bupati Indah juga mengungkapkan bahwa pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi. Mereka menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai takdir.

“Keluarga juga menolak untuk diautopsi karena mereka ikhlas sebagai sebuah takdir. Kakaknya dan ibunya juga ikut nonton bersama almarhum,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Gratiskan Layanan Rekomendasi BBM Bersubsidi untuk Usaha Mikro

5 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 900 Meter di Atas Puncak

5 Agustus 2026 - 08:53 WIB

BPBD Lumajang Optimalkan Dua Pos Aju untuk Perkuat Peringatan Dini Gunung Semeru

3 Agustus 2026 - 09:49 WIB

MBG Lumajang Tersendat, 16 Sekolah dan Posyandu Gagal Terima Distribusi

30 Juli 2026 - 20:07 WIB

Keluhan MBG Ramai di Media Sosial, BGN Sebut Dana Belum Cair

30 Juli 2026 - 12:20 WIB

Penutupan Piodalan Pura Mandhara Giri Semeru Agung Perkuat Hubungan Lumajang dan Bali

10 Juli 2026 - 14:31 WIB

Trending di Nasional