Warga Dilarang Battle Sound, Ketegangan Warnai Karnaval Agustusan di Panti - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Nasional · 14 Agu 2025 16:26 WIB ·

Warga Dilarang Battle Sound, Ketegangan Warnai Karnaval Agustusan di Panti


 Warga Dilarang Battle Sound, Ketegangan Warnai Karnaval Agustusan di Panti Perbesar

Jember, – Karnaval Agustusan di Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, sempat diwarnai ketegangan.

Sejumlah warga yang telah menyewa sound system kecewa karena dilarang masuk ke lapangan desa untuk menggelar battle sound.

Insiden terjadi saat acara karnaval berlangsung, Kamis (14/8/25). Lapangan desa yang menjadi titik start karnaval ternyata tidak bisa digunakan untuk kegiatan battle sound karena alasan perizinan.

Baca juga: Penerbangan Perdana Jakarta–Jember Gunakan ATR 72-500, Langsung Tanpa Transit

“Beberapa warga sudah menyewa sound system. Mereka mau masuk ke lapangan untuk battle sound, tapi tidak bisa karena tidak ada perizinan,” kata Budi Wicaksono, warga setempat yang juga Ketua Komisi A DPRD Jember.

Akibat larangan tersebut, warga pun mendatangi kantor desa untuk menyampaikan kekecewaan mereka. Ketegangan sempat memanas sebelum akhirnya dimediasi oleh Muspika setempat.

Baca juga: Sebanyak 21 TKA Bekerja di Lumajang, Pemkab Terapkan Retribusi dengan Tarif 100 Dolar per Bulan

“Oleh pihak Muspika difasilitasi, saya sebagai anggota DPRD juga ikut. Akhirnya disepakati bahwa akan ada kompensasi kepada warga sebagai bentuk itikad baik,” kata Budi.

Ia menambahkan bahwa seluruh pihak kini telah sepakat untuk menyelesaikan masalah secara damai.

Warga yang sempat dirugikan pun menerima keputusan tersebut, dan sebagai tindak lanjut, pemerintah desa akan menyelenggarakan acara battle sound secara resmi bulan depan.

“Intinya semua sudah selesai. Kompensasi diberikan, dan bulan depan akan dibuat acara battle sound yang resmi,” paparnya.

Senada dengan itu, Rifendi Wahyuwibakti dari pihak penyelenggara desa juga memastikan bahwa suasana sudah kondusif. Ia menekankan komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Alhamdulillah, semuanya sudah terselesaikan secara baik-baik. Kami bersama Muspika berkomitmen agar situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan Umat Hindu Padati Pura Mandara Giri Semeru Agung Rayakan Piodalan 2026

29 Juni 2026 - 19:41 WIB

Lamadjang: Sejarah yang Memilih Menari daripada Dilupakan

28 Juni 2026 - 18:07 WIB

Sawah Menyusut, Pemkab Lumajang Berlindung di Balik LP2B

25 Juni 2026 - 15:29 WIB

Segoro Topeng Kaliwungu 2026 Akan Diramaikan Bazar UMKM dan Berbagai Lomba

24 Juni 2026 - 11:32 WIB

Ibu Rumah Tangga Lumajang: MBG Sangat Menyentuh Kehidupan Kami

22 Juni 2026 - 11:49 WIB

Ribuan Warga Lumajang Desak Evaluasi MBG, Bukan Penghentian Program

22 Juni 2026 - 11:11 WIB

Trending di Nasional