Sarung dan Kopyah Merah Putih, Nasionalisme yang Membumi dari Santri Lumajang - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 17 Agu 2025 15:43 WIB ·

Sarung dan Kopyah Merah Putih, Nasionalisme yang Membumi dari Santri Lumajang


 Sarung dan Kopyah Merah Putih, Nasionalisme yang Membumi dari Santri Lumajang Perbesar

Lumajang, – Dalam perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia di Pondok Pesantren Al Ikhlas Al Muhdlor, Kecamatan Yosowilangun, suasana nasionalisme tampil berbeda dan begitu membumi.

Ratusan santri mengenakan sarung dan kopyah yang dihiasi pita merah putih sebagai simbol kecintaan pada tanah air, menggabungkan tradisi lokal dengan semangat kebangsaan yang tulus.

Menggunakan sarung, pakaian khas nusantara yang sehari-hari dipakai para santri, menjadi pilihan yang penuh makna. Sarung tidak hanya menjadi pakaian sehari-hari, tetapi juga simbol kedekatan dengan akar budaya dan tradisi bangsa Indonesia.

Ditambah dengan kopyah berhiaskan pita merah putih, atribut yang biasa dipakai dalam berbagai kegiatan keagamaan menjadi sarana ekspresi patriotisme yang khas dan unik.

Baca juga: Pengadaan Ambulance Masuk Proyek Strategis Daerah Lumajang 2025

Menurut Gus Muhammad Halim Sholeh, pengasuh pesantren, perpaduan sarung dan kopyah merah putih ini sengaja dipilih agar semangat nasionalisme dapat dirasakan dekat dan akrab oleh para santri, tanpa harus meninggalkan identitas budaya mereka sendiri.

“Ini adalah cara kami menanamkan rasa cinta tanah air yang tidak hanya lewat kata-kata, tapi juga melalui simbol yang melekat di kehidupan sehari-hari santri,” katanya, Minggu (17/8/25).

Baca juga: Lumajang Adventure: Sunrise, Temples, Waterfalls & Lava Tour

Upacara peringatan kemerdekaan di pesantren ini berlangsung khidmat dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Proklamasi, serta mengheningkan cipta.

Para santri pun tampak khusyuk, menyuarakan rasa syukur atas kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan bangsa.

Ahmad, salah satu santri, mengaku bangga bisa ikut serta dalam upacara yang berbeda ini. “Pakai sarung dan kopyah merah putih membuat saya merasa lebih dekat dengan tradisi dan juga negara kita,” katanya penuh semangat.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional