Sarung dan Kopyah Merah Putih, Nasionalisme yang Membumi dari Santri Lumajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Nasional · 17 Agu 2025 15:43 WIB ·

Sarung dan Kopyah Merah Putih, Nasionalisme yang Membumi dari Santri Lumajang


 Sarung dan Kopyah Merah Putih, Nasionalisme yang Membumi dari Santri Lumajang Perbesar

Lumajang, – Dalam perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia di Pondok Pesantren Al Ikhlas Al Muhdlor, Kecamatan Yosowilangun, suasana nasionalisme tampil berbeda dan begitu membumi.

Ratusan santri mengenakan sarung dan kopyah yang dihiasi pita merah putih sebagai simbol kecintaan pada tanah air, menggabungkan tradisi lokal dengan semangat kebangsaan yang tulus.

Menggunakan sarung, pakaian khas nusantara yang sehari-hari dipakai para santri, menjadi pilihan yang penuh makna. Sarung tidak hanya menjadi pakaian sehari-hari, tetapi juga simbol kedekatan dengan akar budaya dan tradisi bangsa Indonesia.

Ditambah dengan kopyah berhiaskan pita merah putih, atribut yang biasa dipakai dalam berbagai kegiatan keagamaan menjadi sarana ekspresi patriotisme yang khas dan unik.

Baca juga: Pengadaan Ambulance Masuk Proyek Strategis Daerah Lumajang 2025

Menurut Gus Muhammad Halim Sholeh, pengasuh pesantren, perpaduan sarung dan kopyah merah putih ini sengaja dipilih agar semangat nasionalisme dapat dirasakan dekat dan akrab oleh para santri, tanpa harus meninggalkan identitas budaya mereka sendiri.

“Ini adalah cara kami menanamkan rasa cinta tanah air yang tidak hanya lewat kata-kata, tapi juga melalui simbol yang melekat di kehidupan sehari-hari santri,” katanya, Minggu (17/8/25).

Baca juga: Lumajang Adventure: Sunrise, Temples, Waterfalls & Lava Tour

Upacara peringatan kemerdekaan di pesantren ini berlangsung khidmat dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Proklamasi, serta mengheningkan cipta.

Para santri pun tampak khusyuk, menyuarakan rasa syukur atas kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan bangsa.

Ahmad, salah satu santri, mengaku bangga bisa ikut serta dalam upacara yang berbeda ini. “Pakai sarung dan kopyah merah putih membuat saya merasa lebih dekat dengan tradisi dan juga negara kita,” katanya penuh semangat.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panen Tembakau Lumajang: Kasturi Rp33-60 Ribu, PT AOI Disebut Serap Maksimal

20 September 2026 - 10:59 WIB

Semeru Level III, Diskominfo Lumajang Ingatkan Bahaya Hoaks: Foto Lama Bisa Picu Kepanikan

15 September 2026 - 13:22 WIB

Karhutla Blok Metigi Renteng Belum Sepenuhnya Tuntas, Asap Masih Terlihat di Medan Curam

14 September 2026 - 19:44 WIB

Kolom Abu Semeru Capai 1.000 Meter, BPBD Lumajang Perketat Pemantauan

14 September 2026 - 14:00 WIB

Tak Ada Titik Api di Jalur Pos 1-2 Ranu Kumbolo, BPBD Tetap Waspadai Asap di Watu Rejeng

14 September 2026 - 08:00 WIB

Satu Pendaki Ilegal Tersesat di Semeru, 7 Rekannya Berhasil Diamankan Petugas

9 September 2026 - 12:24 WIB

Trending di Nasional