Lumajang Perkuat Sistem Mitigasi Semeru untuk Kurangi Risiko Bencana Berulang - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 8 Des 2025 08:03 WIB ·

Lumajang Perkuat Sistem Mitigasi Semeru untuk Kurangi Risiko Bencana Berulang


 Lumajang Perkuat Sistem Mitigasi Semeru untuk Kurangi Risiko Bencana Berulang Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat sistem mitigasi di wilayah aliran Gunung Semeru untuk mengurangi risiko bencana berulang, menyusul banjir lahar yang kembali menutup akses utama menuju Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, pada Sabtu (6/12/2025).

Material pasir, batu, dan lumpur yang menimbun jembatan penghubung menyebabkan 138 kepala keluarga terisolasi, memaksa sebagian warga mengungsi ke perbukitan.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi di sekitar Semeru menjadi perhatian utama pemerintah daerah dalam menyusun langkah mitigasi lanjutan.

Menurutnya, aliran lahar yang sewaktu-waktu dapat meluap membuat upaya penguatan mitigasi harus dilakukan secara menyeluruh, baik pada infrastruktur maupun kesiapsiagaan masyarakat.

“Evaluasi ini penting agar penanganan darurat dan pemulihan dapat dilakukan secara terarah, sekaligus memastikan keamanan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya, Senin (8/12/2025).

Sebagai bagian dari pengendalian aliran lahar, Pemkab Lumajang bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan koordinasi intensif dalam penataan ulang jalur aliran material vulkanik.

Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan jembatan gantung sepanjang 270 meter sebagai jalur alternatif untuk membuka akses warga. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari mitigasi darurat agar wilayah terisolasi dapat dijangkau dengan cepat, terutama untuk penyaluran kebutuhan pokok dan logistik.

Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menambahkan efektivitas mitigasi tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga peran aktif masyarakat. Ia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terutama saat cuaca buruk serta mematuhi arahan petugas di lapangan.

“Mitigasi akan lebih kuat jika pemerintah dan masyarakat berjalan berdampingan,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional