Kolaborasi PGRI dan Pemerintah untuk Pendidikan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Nasional · 20 Agu 2025 09:21 WIB ·

Bupati Lumajang Ajak PGRI Jadi Mitra Strategis Wujudkan Pendidikan Merata dan Berkarakter


 Bupati Lumajang Ajak PGRI Jadi Mitra Strategis Wujudkan Pendidikan Merata dan Berkarakter Perbesar

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menegaskan bahwa pembangunan pendidikan di Lumajang membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Hal tersebut ia sampaikan dalam audiensi bersama jajaran pengurus PGRI Kabupaten Lumajang di Ruang Mahameru, Kantor Bupati, Selasa (19/8/2025).

Menurut Bunda Indah, PGRI bukan hanya organisasi profesi, tetapi mitra strategis pemerintah dalam mendorong transformasi pendidikan. Guru, katanya, memegang peran penting bukan hanya di ruang kelas, melainkan juga dalam membentuk ekosistem sosial yang lebih baik.

“Saya ingin bergandengan tangan dengan PGRI untuk membangun Kabupaten Lumajang, tidak hanya di sektor pendidikan tetapi juga dalam bidang sosial. Guru harus menjadi agen perubahan, bukan hanya di sekolah, tetapi juga di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pendidikan unggul tidak bisa diwujudkan secara sepihak. Pemerintah daerah membutuhkan dukungan organisasi guru agar mampu menjangkau semua lapisan masyarakat, memastikan pendidikan berjalan inklusif, merata, dan berkeadilan.

Lebih lanjut, Bunda Indah berharap PGRI bisa menjadi rumah besar yang aman dan suportif bagi para pendidik. Organisasi ini diharapkan mendampingi peningkatan kompetensi, memperkuat profesionalisme, sekaligus memperjuangkan kesejahteraan guru.

“PGRI harus menjadi ruang aman bagi guru. Solidaritas dan peningkatan kapasitas pendidik adalah kunci, karena kualitas pendidikan ditentukan oleh kualitas guru,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda Lumajang. Menurutnya, pendidikan sejati bukan hanya soal kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan moral, sosial, dan spiritual peserta didik.

“Generasi muda harus dibekali karakter yang kuat, berintegritas, dan tangguh menghadapi masa depan. Guru punya peran strategis untuk mewujudkan itu,” tambahnya.

Audiensi bersama PGRI ini menjadi momentum penting memperkuat sinergi lintas sektor. Dengan visi kolaboratif, Bunda Indah optimistis Lumajang mampu mencetak generasi emas yang siap bersaing, baik di tingkat nasional maupun global.

“Mari jadikan pendidikan sebagai fondasi peradaban. Dengan guru sebagai garda terdepan, kita bisa membangun Lumajang yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter kuat,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Agus Setiawan Lepas Kontingen PDIP Lumajang Menuju Ajang Seleksi Soekarno Cup di Malang

9 Maret 2026 - 13:15 WIB

Sempat Dikeluhkan Sekda, Bupati Lumajang Pastikan Dapur MBG Polres Benahi Limbah

6 Maret 2026 - 09:16 WIB

Infrastruktur dan Pertanian Jadi Taruhan, Proyek Tanggul Semeru Dikebut Jelang Lebaran

4 Maret 2026 - 10:18 WIB

Dugaan Pengurangan Porsi MBG, PDIP Ingatkan: Jangan Rugikan Presiden

1 Maret 2026 - 15:23 WIB

Dari Semeru 2021 ke 2025, Rumah Kosong BSD Akan Dialihkan untuk Korban Baru

1 Maret 2026 - 10:53 WIB

Tak Ada Jembatan, Tak Ada Rumah Baru, Sikap Tegas Pemkab Lumajang untuk Sumberlangsep

1 Maret 2026 - 10:24 WIB

Trending di Nasional