2.608 Personel Diterjunkan Untuk Amankan Aksi Massa di Surabaya - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Nasional · 28 Agu 2025 15:10 WIB ·

2.608 Personel Diterjunkan Untuk Amankan Aksi Massa di Surabaya


 2.608 Personel Diterjunkan Untuk Amankan Aksi Massa di Surabaya Perbesar

Surabaya, – Sebanyak 2.608 personel gabungan dari Polrestabes Surabaya dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa ribuan buruh yang berlangsung di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Kamis (28/8/25).

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, menegaskan bahwa seluruh personel yang bertugas diminta untuk mengedepankan pendekatan humanis, profesionalisme, dan tidak terpancing provokasi selama aksi berlangsung.

Baca juga:

“Tugas kita adalah melayani dan mengamankan seluruh kegiatan agar semuanya berlangsung aman, kondusif, dan tidak menimbulkan situasi yang tidak diinginkan,” kata Luthfi.

Dalam arahannya, Luthfi menekankan agar anggotanya tidak bertindak reaktif dan tetap mengayomi para buruh yang menyampaikan aspirasi mereka. Ia juga memastikan bahwa personel pengamanan tidak dibekali senjata api maupun zat berbahaya.

Baca juga: 792 Pelajar SD di Banyuwangi Terindikasi Perokok Aktif

“Emosi harus dibuang jauh-jauh. Jika ada suara-suara atau provokasi, anggap saja angin lalu. Peran kita adalah menjadi pengayom masyarakat,” tambahnya.

Aksi yang melibatkan ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja ini dipusatkan di Gedung Negara Grahadi, setelah sebelumnya massa berkumpul di sejumlah titik, seperti Bundaran Waru.

Polisi pun menerapkan rekayasa lalu lintas di beberapa ruas jalan utama untuk menghindari kemacetan, khususnya di jalur menuju pusat kota.

Selain pengamanan terbuka dan tertutup, petugas juga melakukan pemeriksaan ketat terhadap massa aksi. Hal ini bertujuan untuk mencegah masuknya barang-barang berbahaya seperti bensin, ban bekas, senjata tajam, atau batu yang dapat memicu gangguan keamanan.

“Kami pastikan tidak ada kelompok tertentu yang menunggangi aksi ini untuk membuat suasana tidak kondusif. Semua harus berlangsung aman dari awal hingga akhir,” tegas Luthfi.

Dengan pendekatan yang persuasif, Kapolrestabes berharap seluruh rangkaian aksi berjalan damai dan menjadi bagian dari praktik demokrasi yang sehat.

“Kita layani saudara-saudara kita yang ingin menyampaikan aspirasi dengan penuh kesabaran. Tidak ada penggunaan senjata api, dan semua anggota harus tetap dalam ikatan regu, tidak bergerak sendiri-sendiri,” ujarnya.

Sebagai penutup, Luthfi mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan tugas pengamanan ini sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Mudah-mudahan apa yang rekan-rekan darma baktikan hari ini untuk negara menjadi amal ibadah,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 376 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perhotelan Malang Siap Sambut 100 Ribu Jemaah NU, Tarif Tetap Stabil

3 Februari 2026 - 15:57 WIB

Erupsi Semeru Picu Hujan Abu di Senduro, Warga Keluhkan Aktivitas Harian Terganggu

3 Februari 2026 - 15:07 WIB

Jalan Rusak Tergerus Lahar, Warga Lumajang Terpaksa Lewati Area Persawahan

3 Februari 2026 - 13:50 WIB

Berpacu dengan Ancaman Lahar, Perbaikan Tanggul Sungai Regoyo Dikebut

3 Februari 2026 - 13:33 WIB

Gunung Semeru Tertutup Kabut, Aktivitas Vulkanik Level III Tetap Siaga

1 Februari 2026 - 11:45 WIB

Hadapi Ancaman Tahunan Semeru, Lumajang Siapkan Generasi Tangguh Bencana

30 Januari 2026 - 08:06 WIB

Trending di Nasional