Aksi Batal, BEM Malang Raya Pilih Utamakan Keselamatan Mahasiswa dan Masyarakat - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 1 Sep 2025 16:40 WIB ·

Aksi Batal, BEM Malang Raya Pilih Utamakan Keselamatan Mahasiswa dan Masyarakat


 Aksi Batal, BEM Malang Raya Pilih Utamakan Keselamatan Mahasiswa dan Masyarakat Perbesar

Malang, – Rencana aksi demonstrasi yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung hari ini di Balai Kota Malang resmi dibatalkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya.

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah taktis untuk mengutamakan keselamatan mahasiswa dan masyarakat, di tengah situasi yang dinilai rawan kericuhan.

Pembatalan ini disampaikan langsung melalui pernyataan resmi Koordinator BEM Malang Raya. Dalam keterangan tertulisnya, mereka menyatakan telah menarik diri dari segala bentuk aksi yang semula direncanakan.

Baca juga: TNI-Polri Gelar Patroli Skala Besar di Surabaya, Sasar Titik Rawan Pascakerusuhan

“Instruksi/seruan aksi terkait aksi damai yang sebelumnya diinformasikan untuk turun hari ini dengan ini DIBATALKAN. Kami juga menegaskan penarikan diri BEM Malang Raya dari segala bentuk aksi yang akan dilaksanakan di Balai Kota Malang,” tulis pernyataan tersebut.

BEM Malang Raya menyebut, keputusan ini bukan bentuk mundur, melainkan bagian dari strategi yang matang dan bertanggung jawab, setelah mencermati dinamika di wilayah Malang Raya. Mereka mengamati potensi kericuhan besar yang bisa membahayakan keselamatan peserta aksi dan masyarakat sekitar.

Baca juga: Dugaan Pencucian Uang Dana BOS di Probolinggo, BPK Soroti Transaksi Miliaran di 9 Sekolah

“Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan objektif, melihat situasi dan kondisi terkini yang sarat dengan informasi mengenai potensi kericuhan serta indikasi rekayasa kondisi dari pihak-pihak tertentu,” tulis mereka dalam pernyataan lanjutan.

Meski aksi dibatalkan, BEM Malang Raya tetap menunjukkan sikap kritis. Mereka merilis lima sikap resmi sebagai arah gerakan mahasiswa ke depan:

– Penjadwalan ulang aksi: Menunggu situasi lebih kondusif untuk kembali turun ke jalan.

– Keselamatan sebagai prioritas utama: Mahasiswa tidak boleh menjadi korban atau menambah korban.

– Penolakan terhadap anarkisme: Tidak ada tempat bagi perusakan dan tindakan kekerasan dalam perjuangan rakyat.

– Perjuangan konstitusional: Isu publik tetap dikawal melalui kajian, forum akademik, media, dan jalur hukum.

– Penguatan persatuan nasional: Semua pihak diajak menahan diri dan mendahulukan kepentingan bangsa.

BEM juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas perubahan mendadak ini, dan menyerukan mahasiswa untuk tetap waspada, tenang, dan solid.

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas perubahan keputusan ini, dan mengajak seluruh mahasiswa Malang Raya tetap menjaga persatuan serta kewaspadaan,” tutup pernyataan mereka.

Untuk diketahui, seruan tersebut diunggah oleh akun Instagram BEM UM @geram.cakrawala yang mengajak mahasiswa tetap waspada terhadap situasi.

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 900 Meter

16 April 2026 - 15:10 WIB

Pasar yang Retak, Ketika Gula Rafinasi Mengalir Diam-Diam di Nadi Ekonomi Petani

15 April 2026 - 15:16 WIB

Trending di Nasional