TNI-Polri Gelar Patroli Skala Besar di Surabaya, Sasar Titik Rawan Pascakerusuhan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Nasional · 1 Sep 2025 14:09 WIB ·

TNI-Polri Gelar Patroli Skala Besar di Surabaya, Sasar Titik Rawan Pascakerusuhan


 TNI-Polri Gelar Patroli Skala Besar di Surabaya, Sasar Titik Rawan Pascakerusuhan Perbesar

Surabaya, – Menyusul dua hari demonstrasi yang berujung pada kerusuhan, aparat gabungan TNI dan Polri menggelar patroli skala besar di sejumlah titik rawan di Kota Surabaya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas keamanan dan memulihkan rasa aman masyarakat.

Pelepasan ratusan personel dilakukan langsung oleh Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, dari halaman Gedung Negara Grahadi, Minggu (31/8/25)..

Dalam pernyataannya, Rudy menegaskan bahwa patroli ini tidak hanya berfungsi sebagai pengamanan, tetapi juga sebagai sarana komunikasi langsung dengan masyarakat.

Baca juga: Dugaan Pencucian Uang Dana BOS di Probolinggo, BPK Soroti Transaksi Miliaran di 9 Sekolah

“Patroli skala besar ini sifatnya menyapa masyarakat, sekaligus mengimbau masyarakat, khususnya di Kota Surabaya, agar bisa benar-benar menjaga kondusifitas,” kata Rudy di depan pasukan.

Patroli ini menyasar beberapa titik strategis dan rawan kerusuhan, termasuk kawasan pemerintahan, pusat perbelanjaan, dan ruas jalan utama yang sebelumnya menjadi lokasi unjuk rasa.

Baca juga: Janji Bansos Rp 4,5 Juta dan 10 Kg Beras, Warga Lumajang Tertipu hingga Ratusan Ribu Rupiah

Aparat terlihat menyebar dalam formasi skala besar, dilengkapi kendaraan taktis dan pengamanan berlapis.

Rudy juga menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto, yang meminta aparat menindak tegas pelanggaran hukum, terutama aksi-aksi anarkis.

“Sudah ada arahan langsung dari Presiden. Bahwa TNI-Polri akan bertindak tegas pada oknum-oknum yang melanggar hukum, terutama perusakan, penjarahan, dan pembakaran. Itu akan ada sanksi tegas,” ujarnya.

Namun Rudy juga memastikan semua langkah pengamanan dilakukan sesuai prosedur dan tetap menghormati ruang demokrasi. Penindakan hanya akan diberikan pada pelaku pelanggaran hukum, bukan kepada massa aksi yang menyampaikan pendapat secara damai.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat, khususnya warga Surabaya, untuk berperan aktif menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi.

“Kami butuh partisipasi semua elemen. Kota ini milik kita bersama. Kalau kita jaga sama-sama, Surabaya bisa cepat pulih dan kembali seperti semula,” tutup Rudy.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sawah Menyusut, Pemkab Lumajang Berlindung di Balik LP2B

25 Juni 2026 - 15:29 WIB

Segoro Topeng Kaliwungu 2026 Akan Diramaikan Bazar UMKM dan Berbagai Lomba

24 Juni 2026 - 11:32 WIB

Ibu Rumah Tangga Lumajang: MBG Sangat Menyentuh Kehidupan Kami

22 Juni 2026 - 11:49 WIB

Ribuan Warga Lumajang Desak Evaluasi MBG, Bukan Penghentian Program

22 Juni 2026 - 11:11 WIB

Erupsi Semeru Disertai Awan Panas 4,5 Kilometer dan Kolom Abu 1.000 Meter

19 Juni 2026 - 11:13 WIB

Aliansi Mahasiswa menggugat, Enam Tuntutan Dibawa ke DPRD Lumajang

18 Juni 2026 - 15:12 WIB

Trending di Nasional