Siswa Bawa Pulang Makanan Gratis, Ternyata Sedang Puasa - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Nasional · 15 Sep 2025 18:45 WIB ·

Siswa Bawa Pulang Makanan Gratis, Ternyata Sedang Puasa


 Siswa Bawa Pulang Makanan Gratis, Ternyata Sedang Puasa Perbesar

Lumajang, – Viral di media sosial kabar mengenai siswa di salah satu sekolah dasar Islam di Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, yang membawa pulang makanan bergizi gratis dari sekolah.

Isu ini memicu dugaan adanya penolakan terhadap kualitas makanan yang disediakan. Namun, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, langsung angkat bicara mengenai isu tersebut.

Menurut, siswa yang membawa pulang makanan tersebut sedang menjalani ibadah puasa sunah, bukan karena menolak atau tidak menyukai makanan yang diberikan.

Hal ini ia sampaikan setelah melakukan peninjauan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Klakah, Senin (15/9/25).

Baca juga: Ruang Usaha Rakyat Jadi Sumber Solidaritas Baru di Lumajang

“Kenapa ada yang minta dibawa pulang itu karena siswanya puasa, hari Kamis pada minggu pertama. Jadi bukan karena anak-anak tidak mau makan,” jelas wanita yang akrab disapa Bunda Indah itu.

Namun, dalam sidaknya, ia membenarkan ada keluhan soal kualitas salah satu komponen makanan, yaitu buah-buahan. Ia menyebutkan buah melon yang disajikan memang sudah tidak segar dan memiliki rasa asam.

Baca juga: 23 Ambulans Dikerahkan Evakuasi Korban Kecelakaan Bus Maut Rombongan RSBS Jember

“Ternyata dibuahnya ini apa, melon agak asem-asem. Saya kemudian mengeceknya dan bilang ke ketua dapur, melon sudah tidak usah digunakan lagi. Buahnya diganti yang lain saja,” ungkapnya.

Ia menyebut penyebab ketidaksegaran buah kemungkinan karena waktu persiapan yang terlalu dini, yakni pada pukul 02.00 dini hari. Menurutnya, buah yang mudah rusak sebaiknya tidak lagi digunakan karena berisiko menurunkan kualitas menu.

“Ini motong buah jam 2 pagi dan itu termasuk tengah malam. Lalu buah yang cepat busuk tidak boleh lagi,” tambahnya.

Sebagai solusi untuk siswa yang sedang berpuasa, Bupati Indah juga mengusulkan agar pihak dapur dan sekolah menyediakan makanan alternatif yang bisa dibawa pulang dan dikonsumsi setelah waktu berbuka.

“Ini hanya soal komunikasi antara SPPG dan sekolah. Apakah ini nanti maunya diganti roti kering, susu misalnya, atau bagaimana,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sudetan Sungai Dibangun di Wareng, Upaya Mengurangi Ancaman Lahar Semeru ke Permukiman

4 November 2026 - 16:00 WIB

Tujuh Kecamatan Dilanda Bencana, Pemkab Lumajang Berlakukan Siaga Darurat hingga Januari 2027

4 November 2026 - 09:33 WIB

Demi Sekolah dan Belanja, Warga Sumberlangsep Harus Menyeberangi Aliran Lahar

3 November 2026 - 12:39 WIB

Bupati Lumajang Sebut Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Lahar Semeru

3 November 2026 - 10:01 WIB

Banjir Lahar Semeru Hanyutkan 600 Bronjong di Sungai Glidik Lumajang

3 November 2026 - 08:31 WIB

Badan Geologi: Lahar Semeru Bukan Indikasi Peningkatan Tekanan Magmatik

2 November 2026 - 20:53 WIB

Trending di Nasional