Siswa Bawa Pulang Makanan Gratis, Ternyata Sedang Puasa - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Nasional · 15 Sep 2025 18:45 WIB ·

Siswa Bawa Pulang Makanan Gratis, Ternyata Sedang Puasa


 Siswa Bawa Pulang Makanan Gratis, Ternyata Sedang Puasa Perbesar

Lumajang, – Viral di media sosial kabar mengenai siswa di salah satu sekolah dasar Islam di Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, yang membawa pulang makanan bergizi gratis dari sekolah.

Isu ini memicu dugaan adanya penolakan terhadap kualitas makanan yang disediakan. Namun, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, langsung angkat bicara mengenai isu tersebut.

Menurut, siswa yang membawa pulang makanan tersebut sedang menjalani ibadah puasa sunah, bukan karena menolak atau tidak menyukai makanan yang diberikan.

Hal ini ia sampaikan setelah melakukan peninjauan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Klakah, Senin (15/9/25).

Baca juga: Ruang Usaha Rakyat Jadi Sumber Solidaritas Baru di Lumajang

“Kenapa ada yang minta dibawa pulang itu karena siswanya puasa, hari Kamis pada minggu pertama. Jadi bukan karena anak-anak tidak mau makan,” jelas wanita yang akrab disapa Bunda Indah itu.

Namun, dalam sidaknya, ia membenarkan ada keluhan soal kualitas salah satu komponen makanan, yaitu buah-buahan. Ia menyebutkan buah melon yang disajikan memang sudah tidak segar dan memiliki rasa asam.

Baca juga: 23 Ambulans Dikerahkan Evakuasi Korban Kecelakaan Bus Maut Rombongan RSBS Jember

“Ternyata dibuahnya ini apa, melon agak asem-asem. Saya kemudian mengeceknya dan bilang ke ketua dapur, melon sudah tidak usah digunakan lagi. Buahnya diganti yang lain saja,” ungkapnya.

Ia menyebut penyebab ketidaksegaran buah kemungkinan karena waktu persiapan yang terlalu dini, yakni pada pukul 02.00 dini hari. Menurutnya, buah yang mudah rusak sebaiknya tidak lagi digunakan karena berisiko menurunkan kualitas menu.

“Ini motong buah jam 2 pagi dan itu termasuk tengah malam. Lalu buah yang cepat busuk tidak boleh lagi,” tambahnya.

Sebagai solusi untuk siswa yang sedang berpuasa, Bupati Indah juga mengusulkan agar pihak dapur dan sekolah menyediakan makanan alternatif yang bisa dibawa pulang dan dikonsumsi setelah waktu berbuka.

“Ini hanya soal komunikasi antara SPPG dan sekolah. Apakah ini nanti maunya diganti roti kering, susu misalnya, atau bagaimana,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lonjakan Wisman saat Lebaran, Lumajang Ungguli Surabaya dan Malang

24 April 2026 - 08:49 WIB

Kuota Pendakian Semeru Dibatasi 200 Orang per Hari, Wajib Booking Online

22 April 2026 - 18:00 WIB

Rp450 Ribu per Jam, Warga Lumajang Sewa Alat Berat dari Iuran Sendiri Untuk Perbaiki Tanggul Jebol

22 April 2026 - 12:55 WIB

Di Bawah Langit Semeru, Peternak Menjaga Alam, dan Alam Menjaga Susu Kambing Senduro

19 April 2026 - 14:42 WIB

Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 900 Meter

16 April 2026 - 15:10 WIB

Pasar yang Retak, Ketika Gula Rafinasi Mengalir Diam-Diam di Nadi Ekonomi Petani

15 April 2026 - 15:16 WIB

Trending di Nasional