Desa Darungan, Sentra Beras Ketan Lumajang yang Kini Jadi Daya Tarik Wisata Budaya - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 28 Sep 2025 10:36 WIB ·

Desa Darungan, Sentra Beras Ketan Lumajang yang Kini Jadi Daya Tarik Wisata Budaya


 Desa Darungan, Sentra Beras Ketan Lumajang yang Kini Jadi Daya Tarik Wisata Budaya Perbesar

Lumajang, – Desa Darungan, yang terletak di Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, semakin dikenal sebagai sentra utama penghasil beras ketan di wilayah ini.

Dengan lebih dari 80 persen penduduknya menggantungkan hidup sebagai petani padi ketan, desa ini berhasil memadukan tradisi agraris dengan upaya pengembangan wisata budaya yang unik dan menarik.

“Desa Darungan merupakan pusat penghasil beras ketan terbesar di Lumajang, di mana sekitar 80 persen warga desa menekuni budidaya padi ketan. Hal ini menjadikan desa ini sebagai lumbung ketan yang strategis sekaligus potensi ekonomi lokal yang sangat menjanjikan,” kata Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma, Minggu (28/9/25).

Baca juga: Salesman di Lumajang Gelapkan Rp180 Juta Uang Perusahaan

Dalam rangka memperkuat branding desa sekaligus menjaga tradisi lokal, Pemerintah Desa Darungan rutin menggelar Festival Ketan yang menjadi daya tarik wisata budaya bagi warga Lumajang dan sekitarnya.

Kepala Desa Darungan, Eko Nur Hadi, menambahkan, f<span;>stival ini menampilkan berbagai olahan ketan mulai dari lepet, rengginang, lemper, hingga onde-onde, serta mengusung tradisi selamatan desa dengan gunungan hasil bumi dan ketan yang diarak keliling kampung.

Baca juga: Baru Sembilan Bulan, Fasilitas Alun-Alun Nusantara Jember Rusak Parah, Wastafel Copot hingga Toilet Ditutup Total

“Festival ini bukan hanya untuk merayakan hasil panen, tetapi juga sebagai ajang promosi produk lokal sekaligus memperkenalkan budaya khas desa kami kepada masyarakat luas,” katanya.

Festival yang digelar setiap tahun ini menjadi wadah pemberdayaan masyarakat, khususnya para petani dan pelaku UMKM lokal yang mengolah ketan menjadi berbagai produk makanan tradisional.

“Tak hanya itu, acara ini juga kerap diisi dengan pertunjukan seni budaya seperti tari gendewa yang melibatkan pelajar setempat, menjaga agar budaya tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jam Kerja ASN Kota Malang Turun Jadi 32,5 Jam per Pekan Selama Ramadan

20 Februari 2026 - 14:38 WIB

BI Malang Siapkan Rp3,913 Triliun Uang Tunai untuk Ramadan dan Idulfitri 2026

20 Februari 2026 - 14:28 WIB

Bank Indonesia Jember Siapkan Rp1,9 Triliun Uang Baru untuk Lebaran 2026

20 Februari 2026 - 13:51 WIB

Temuan Pasutri Terdaftar di RDKK, Komisi B DPRD Jember Minta Kejelasan Data

20 Februari 2026 - 13:43 WIB

Jangan Lewatkan! Kuota Terbatas, Pendaftaran Mudik Gratis Lumajang 2026 Sudah Dibuka

20 Februari 2026 - 12:10 WIB

Komisi B DPRD Jember Desak Bupati Muhammad Fawait Evaluasi Kadis TPHP yang Mangkir RDP

19 Februari 2026 - 16:43 WIB

Trending di Daerah