Kasus Santri Minum HCL Dibahas Kemenag dan DPRD Lumajang - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 3 Okt 2025 16:13 WIB ·

Kasus Santri Minum HCL Dibahas Kemenag dan DPRD Lumajang


 Kasus Santri Minum HCL Dibahas Kemenag dan DPRD Lumajang Perbesar

Lumajang, – Peristiwa keracunan tiga santri akibat menenggak larutan Hydrochloric Acid (HCL) di Pondok Pesantren Asy-Syarifiy 01, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Lumajang, mendapat perhatian serius dari dua lembaga penting, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lumajang dan Komisi D DPRD Lumajang.

Dalam pertemuan yang digelar pasca insiden, kedua institusi sepakat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pesantren, khususnya yang berkaitan dengan aspek keselamatan santri dan sistem pengawasan internal.

“Sudah dibahas juga bersama Komisi D DPRD Lumajang. Tidak ada temuan kelalaian dari pihak pondok, tapi evaluasi tetap akan kami lakukan,” ujar Sudihartono, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Lumajang, Jumat (3/10/2025).

Baca juga: 4.240 PPPK Paruh Waktu Diusulkan, Progres Penetapan di Lumajang Capai 19,3 Persen

Peristiwa yang terjadi pada 10 Juli 2025 itu bermula dari ulah salah satu santri yang memasukkan cairan HCL ke dalam botol kemasan kosong, menyerupai botol soda. Botol tersebut kemudian dibawa ke kamar tanpa sepengetahuan santri lain.

Ketiga santri korban Dewangga, Azril, dan Rama tak menyadari bahwa cairan dalam botol itu adalah zat kimia berbahaya. Salah satu dari mereka yang kehausan usai piket tanpa sengaja meminumnya, mengira itu adalah minuman biasa.

Baca juga: Konflik Terbuka Bupati vs Wakil Bupati di Jember dan Sidoarjo, Pemerintahan Terancam Mandek

Akibatnya, mereka harus dilarikan ke rumah sakit. Dewangga mengalami dampak paling parah, dengan gangguan saluran pencernaan yang masih dideritanya hingga tiga bulan setelah kejadian.

Hasil pembahasan bersama antara Kemenag dan DPRD menunjukkan tidak ditemukan unsur kesengajaan maupun kelalaian langsung dari pihak pondok pesantren. Namun, keduanya sepakat bahwa kejadian ini tetap harus menjadi bahan evaluasi serius.

“Kami tidak sepakat jika dikatakan ada kelalaian, karena ini murni perbuatan iseng dari santri. Tapi tetap harus jadi pembelajaran penting, dan kami akan lakukan pembinaan serta pengawasan,” tegas Sudihartono.

Kemenag juga memastikan langkah pembinaan akan difokuskan pada penguatan sistem pengawasan, edukasi bahaya zat kimia, serta penanaman nilai kedisiplinan di kalangan santri.

Kasus ini menunjukkan pentingnya kerja sama lintas lembaga dalam menangani kasus sensitif di lingkungan pendidikan, terutama yang melibatkan anak-anak dan keselamatan mereka.

“Kami sangat menghargai kolaborasi bersama Komisi D DPRD Lumajang. Ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap lembaga pendidikan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” tambah Sudihartono.

Kemenag berharap, dari peristiwa ini akan lahir standar keamanan dan pengawasan yang lebih baik, tidak hanya di Ponpes Asy-Syarifiy 01, tetapi juga di seluruh pondok pesantren di Kabupaten Lumajang.

Meski tidak terbukti lalai, respons cepat pesantren dalam menangani korban dinilai sangat positif. Pihak pondok langsung membawa santri yang keracunan ke rumah sakit dan berkoordinasi dengan keluarga serta pihak berwenang.

“Pihak pondok sudah sangat tanggap. Ini menunjukkan adanya kesadaran dan rasa tanggung jawab yang baik,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bunda Indah Cicipi Selai Pepaya di Food Security Expo Lumajang, Ada UMKM dan Pasar Murah!

18 Oktober 2026 - 14:57 WIB

21 Pengurus HKTI Lumajang Dikukuhkan, Bunda Indah Dorong Petani Perkuat Ketahanan Pangan

18 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Jalan PB Sudirman Lumajang Mulai Ditata, Proyek 730 Meter Ditargetkan Rampung Desember

18 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Kekeringan Lumajang Belum Usai, Enam Kecamatan Masih Terdampak hingga Desember

18 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Bunda Indah Instruksikan Camat dan Kades Edukasi Warga, Kebersihan Harus Jadi Kebiasaan

18 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Bunda Indah Bersihkan Kali Asem, Usulkan Normalisasi untuk Kurangi Risiko Lahar Semeru

18 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Trending di Daerah