Ambulans Terlambat Karena Hajatan, Eri Cahyadi Tegaskan Larangan Tutup Jalan Sembarangan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 20 Okt 2025 18:06 WIB ·

Ambulans Terlambat Karena Hajatan, Eri Cahyadi Tegaskan Larangan Tutup Jalan Sembarangan


 Ambulans Terlambat Karena Hajatan, Eri Cahyadi Tegaskan Larangan Tutup Jalan Sembarangan Perbesar

Surabaya, – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan larangan bagi masyarakat untuk menutup jalan raya secara sembarangan demi kepentingan pribadi seperti hajatan atau acara tertentu.

Penegasan ini muncul sebagai respons atas insiden masa lalu, di mana ambulans terlambat sampai ke rumah sakit karena akses jalan tertutup oleh tenda hajatan warga.

“Kalau ada kejadian seperti yang dulu, ada ambulans terhambat dan pasien terlambat mendapatkan penanganan, berarti kita semua salah. Karena fungsi jalan itu adalah untuk pengguna jalan,” ujar Eri Cahyadi dalam keterangannya pada Senin (20/10/2025).

Baca juga:Semburan Air Berbau Gas di Rungkut Surabaya, PGN Tutup Aliran dan Investigasi

Menurutnya, jalan merupakan fasilitas publik yang harus tetap dapat diakses oleh seluruh warga, termasuk kendaraan darurat seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran.

Eri menambahkan, apabila warga tetap ingin menggelar kegiatan di jalan, maka hal itu wajib disertai dengan izin resmi dari kepolisian.

Hal ini penting agar pihak berwenang dapat menilai apakah lokasi tersebut berada di jalur utama atau bukan, dan apakah pemasangan tenda masih memungkinkan tanpa menutup seluruh badan jalan.

Baca juga: Pangan Lokal Lumajang Siap Mendunia, Dorong Ekonomi dan Inovasi UMKM

“Kalaupun digunakan, harus ada izin dari kepolisian. Harus dilihat dulu, apakah jalur itu jalur utama atau tidak. Kalau iya, maka harus benar-benar diperhitungkan jarak dan batasnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Surabaya akan segera menyusun aturan teknis terkait prosedur perizinan, termasuk batas pemasangan tenda dan ketentuan jarak dari badan jalan. Langkah ini akan dikawal dengan koordinasi bersama Polrestabes Surabaya guna memastikan aturan dijalankan secara tegas dan konsisten.

“Saya akan koordinasi dengan Pak Kapolres, agar nanti izin yang diberikan benar-benar mempertimbangkan kelancaran lalu lintas. Jangan semua ruas jalan dibuat tertutup 3/4, ini membahayakan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PDI Perjuangan Dorong Solusi Aset Tak Terpakai Lewat Raperda Baru

6 Mei 2026 - 10:39 WIB

Optimalisasi Aset Daerah, DPRD Lumajang Targetkan PAD Meningkat

6 Mei 2026 - 10:31 WIB

PDI Perjuangan: Raperda GAKI Penting untuk Masa Depan Generasi Lumajang

6 Mei 2026 - 09:07 WIB

Fraksi PDI Perjuangan Dorong Perda GAKI, 40 Desa Mandiri Garam Jadi Dasar Penguatan

6 Mei 2026 - 08:34 WIB

Ratih Damayanti, Dorong Kesadaran Lingkungan Berbasis Keagamaan

5 Mei 2026 - 21:01 WIB

Bupati Lumajang Dorong Peran Organisasi Keagamaan Perkuat Ekonomi dan Sosial Umat

5 Mei 2026 - 19:01 WIB

Trending di Daerah