Bupati Lumajang Tunjuk Camat Perempuan Tangani Isu Sosial di Sumbersuko - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 24 Okt 2025 08:06 WIB ·

Bupati Lumajang Tunjuk Camat Perempuan Tangani Isu Sosial di Sumbersuko


 Bupati Lumajang Tunjuk Camat Perempuan Tangani Isu Sosial di Sumbersuko Perbesar

Lumajang, – Bupati Lumajang Indah Amperawati resmi menunjuk Luluk Azizah sebagai camat baru Kecamatan Sumbersuko.

Penunjukan tersebut bukan tanpa pertimbangan Bupati Indah berharap kepemimpinan perempuan di wilayah itu dapat membawa pendekatan yang lebih empatik, terutama dalam menangani persoalan sosial yang masih terjadi di daerah tersebut.

Sumbersuko selama ini dikenal sebagai wilayah yang memiliki kompleks eks lokalisasi Dolog, yang pernah ditutup oleh pemerintah daerah. Meski secara resmi telah ditutup dan diubah menjadi Kampung Anggur, Indah meyakini praktik prostitusi masih berlangsung secara tersembunyi.

Baca juga:Ramai ASN Disindir di TikTok, Bupati Lumajang Tanggapi Santai, Di Sini Beda Ceritanya

“Saya pilih camat perempuan di Sumbersuko karena saya ingin ada pendekatan dari hati ke hati dengan masyarakat. Prostitusi mungkin tidak bisa dihilangkan seratus persen, tapi penurunannya harus drastis, dan itu perlu sentuhan yang lebih halus,” kata Indah, Jumat (24/10/2025).

Menurutnya, sosok camat perempuan akan lebih mudah membangun komunikasi sosial, terutama dengan para perempuan yang terdampak secara ekonomi akibat penutupan lokalisasi. Ia meminta agar persoalan tersebut tidak disikapi dengan pendekatan represif, melainkan dengan cara manusiawi dan solutif.

Baca juga:Rencana Whoosh Sambung ke Surabaya Terancam Tersendat, Masalah Utang Belum Tuntas

Indah mengingatkan pentingnya solusi ekonomi alternatif bagi warga yang kehilangan mata pencaharian. Salah satu program yang disebutnya bisa menjadi jalan keluar adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), yang membutuhkan banyak tenaga kerja harian.

“Tidak cukup hanya melarang, tapi juga harus dicarikan solusi. Di program MBG saja kita butuh 100 ribu tenaga kerja per hari. Itu bisa menjadi kesempatan baru bagi masyarakat yang dulu kesulitan pekerjaan,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Puluhan Warga Antre Adopsi Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:50 WIB

Bidan Ceritakan Detik-Detik Kelahiran Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Ekonomi Diduga Jadi Alasan Bayi Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:31 WIB

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Trending di Daerah