Bupati Lumajang Tunjuk Camat Perempuan Tangani Isu Sosial di Sumbersuko - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 24 Okt 2025 08:06 WIB ·

Bupati Lumajang Tunjuk Camat Perempuan Tangani Isu Sosial di Sumbersuko


 Bupati Lumajang Tunjuk Camat Perempuan Tangani Isu Sosial di Sumbersuko Perbesar

Lumajang, – Bupati Lumajang Indah Amperawati resmi menunjuk Luluk Azizah sebagai camat baru Kecamatan Sumbersuko.

Penunjukan tersebut bukan tanpa pertimbangan Bupati Indah berharap kepemimpinan perempuan di wilayah itu dapat membawa pendekatan yang lebih empatik, terutama dalam menangani persoalan sosial yang masih terjadi di daerah tersebut.

Sumbersuko selama ini dikenal sebagai wilayah yang memiliki kompleks eks lokalisasi Dolog, yang pernah ditutup oleh pemerintah daerah. Meski secara resmi telah ditutup dan diubah menjadi Kampung Anggur, Indah meyakini praktik prostitusi masih berlangsung secara tersembunyi.

Baca juga:Ramai ASN Disindir di TikTok, Bupati Lumajang Tanggapi Santai, Di Sini Beda Ceritanya

“Saya pilih camat perempuan di Sumbersuko karena saya ingin ada pendekatan dari hati ke hati dengan masyarakat. Prostitusi mungkin tidak bisa dihilangkan seratus persen, tapi penurunannya harus drastis, dan itu perlu sentuhan yang lebih halus,” kata Indah, Jumat (24/10/2025).

Menurutnya, sosok camat perempuan akan lebih mudah membangun komunikasi sosial, terutama dengan para perempuan yang terdampak secara ekonomi akibat penutupan lokalisasi. Ia meminta agar persoalan tersebut tidak disikapi dengan pendekatan represif, melainkan dengan cara manusiawi dan solutif.

Baca juga:Rencana Whoosh Sambung ke Surabaya Terancam Tersendat, Masalah Utang Belum Tuntas

Indah mengingatkan pentingnya solusi ekonomi alternatif bagi warga yang kehilangan mata pencaharian. Salah satu program yang disebutnya bisa menjadi jalan keluar adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), yang membutuhkan banyak tenaga kerja harian.

“Tidak cukup hanya melarang, tapi juga harus dicarikan solusi. Di program MBG saja kita butuh 100 ribu tenaga kerja per hari. Itu bisa menjadi kesempatan baru bagi masyarakat yang dulu kesulitan pekerjaan,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Semua Petani Tembakau Dapat BLT, APTI Lumajang Terapkan Seleksi Berbasis Data

31 Agustus 2026 - 15:38 WIB

BLT DBHCHT Petani Tembakau Lumajang Dipangkas, Penerima Tinggal 3.525 Orang

31 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Buruh Pabrik Rokok Jadi Sasaran BLT DBHCHT, Pemkab Lumajang Dorong Kesejahteraan Pekerja

31 Agustus 2026 - 15:23 WIB

150 Buruh Pabrik Rokok di Kunir Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu

31 Agustus 2026 - 15:18 WIB

Rp28,2 Juta BLT DBHCHT Disalurkan ke 47 Warga Yosowilangun Lumajang

31 Agustus 2026 - 14:13 WIB

47 Warga Miskin di Yosowilangun Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu, Pemkab Lumajang Harap Tepat Sasaran

31 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Trending di Daerah