Warga Lumajang Terisolasi Akibat Longsor dan Banjir, Delapan Kecamatan Dilanda Bencana Beruntun - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 2 Nov 2025 09:02 WIB ·

Warga Lumajang Terisolasi Akibat Longsor dan Banjir, Delapan Kecamatan Dilanda Bencana Beruntun


 Warga Lumajang Terisolasi Akibat Longsor dan Banjir, Delapan Kecamatan Dilanda Bencana Beruntun Perbesar

Lumajang, – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Lumajang, Sabtu (1/11/2025) malam, membuat ratusan warga di delapan kecamatan terisolasi. Material longsor menutup jalan dan banjir merendam permukiman, memaksa warga bertahan di rumah menunggu bantuan datang.

Cuaca ekstrem tersebut memicu bencana beruntun di Kecamatan Padang, Sukodono, Kedungjajang, Lumajang, Candipuro, Pronojiwo, Tempursari, dan Pasirian.

Kondisi ini membuat akses antarwilayah lumpuh dan sejumlah pemukiman terdampak banjir hingga setinggi satu meter.

Di Kecamatan Sukodono dan Candipuro, air mulai menggenangi rumah warga sejak malam hari. Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat yang lebih tinggi, sementara lainnya tetap bertahan sambil menunggu bantuan logistik.

Baca juga: Senduro Siap Jadi Kota Wisata Baru: Tiap Desa Punya Daya Tarik Sendiri

“Sampai pagi air belum surut. Jalan di depan rumah juga tertutup genangan, kami belum bisa keluar,” ujar Nur Aini, warga Desa Kutorenon, Sukodono, Minggu (2/11/2025).

Sementara itu, di wilayah perbukitan seperti Kecamatan Padang dan Kedungjajang, longsor menutup sejumlah ruas jalan vital.

Baca juga:Banjir Setinggi 1,5 Meter Rendam Tiga RW di Lumajang, Warga Mulai Dievakuasi

Longsor dengan tinggi delapan meter dan lebar sekitar 20 meter menutup akses antara Desa Padang dan Mojo, sedangkan material longsor di Dusun Gondang, Kedungjajang, menutup jalan penghubung Dadapan–Gucialit.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan bahwa bencana hidrometeorologi kali ini terjadi hampir bersamaan di berbagai titik, dengan tingkat kerusakan yang beragam.

“Dampak cuaca ekstrem menyebabkan bencana di delapan kecamatan, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Beberapa akses jalan tertutup total, dan kami masih menunggu alat berat untuk pembersihan,” jelasnya saat meninjau lokasi bencana di Desa Kutorenon, Sukodono.

BPBD Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama tujuh hari, mulai 1 hingga 7 November 2025. Penetapan ini dilakukan untuk mempercepat penanganan di lapangan, termasuk evakuasi warga terdampak, pembersihan material longsor, serta penyaluran bantuan logistik.

“Kami sudah mengirimkan tim asesmen dan melakukan koordinasi dengan dinas terkait. Fokus kami saat ini adalah membuka akses jalan dan mendistribusikan bantuan bagi warga yang terisolasi,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gelombang Rossby Berpotensi Picu Perubahan Cuaca Mendadak di Lumajang

28 Juli 2026 - 14:45 WIB

Karang Taruna Lumajang Diminta Tetap Bergerak Meski Tanpa Anggaran

28 Juli 2026 - 11:15 WIB

Pemkab Lumajang Perkuat Sosialisasi Ketentuan Cukai kepada Pelaku Usaha

24 Juli 2026 - 11:50 WIB

Pemkab Lumajang Dorong Pengelolaan DBHCHT Tepat Sasaran

24 Juli 2026 - 11:44 WIB

Lumajang Libatkan Petani Tembakau dan Pelaku Usaha dalam Sosialisasi DBHCHT

24 Juli 2026 - 11:31 WIB

Yudha Adji Kusuma Ajak Pelaku Usaha Dukung Kebijakan Cukai

24 Juli 2026 - 11:26 WIB

Trending di Daerah