Warga Lumajang Terisolasi Akibat Longsor dan Banjir, Delapan Kecamatan Dilanda Bencana Beruntun - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 2 Nov 2025 09:02 WIB ·

Warga Lumajang Terisolasi Akibat Longsor dan Banjir, Delapan Kecamatan Dilanda Bencana Beruntun


 Warga Lumajang Terisolasi Akibat Longsor dan Banjir, Delapan Kecamatan Dilanda Bencana Beruntun Perbesar

Lumajang, – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Lumajang, Sabtu (1/11/2025) malam, membuat ratusan warga di delapan kecamatan terisolasi. Material longsor menutup jalan dan banjir merendam permukiman, memaksa warga bertahan di rumah menunggu bantuan datang.

Cuaca ekstrem tersebut memicu bencana beruntun di Kecamatan Padang, Sukodono, Kedungjajang, Lumajang, Candipuro, Pronojiwo, Tempursari, dan Pasirian.

Kondisi ini membuat akses antarwilayah lumpuh dan sejumlah pemukiman terdampak banjir hingga setinggi satu meter.

Di Kecamatan Sukodono dan Candipuro, air mulai menggenangi rumah warga sejak malam hari. Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat yang lebih tinggi, sementara lainnya tetap bertahan sambil menunggu bantuan logistik.

Baca juga: Senduro Siap Jadi Kota Wisata Baru: Tiap Desa Punya Daya Tarik Sendiri

“Sampai pagi air belum surut. Jalan di depan rumah juga tertutup genangan, kami belum bisa keluar,” ujar Nur Aini, warga Desa Kutorenon, Sukodono, Minggu (2/11/2025).

Sementara itu, di wilayah perbukitan seperti Kecamatan Padang dan Kedungjajang, longsor menutup sejumlah ruas jalan vital.

Baca juga:Banjir Setinggi 1,5 Meter Rendam Tiga RW di Lumajang, Warga Mulai Dievakuasi

Longsor dengan tinggi delapan meter dan lebar sekitar 20 meter menutup akses antara Desa Padang dan Mojo, sedangkan material longsor di Dusun Gondang, Kedungjajang, menutup jalan penghubung Dadapan–Gucialit.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan bahwa bencana hidrometeorologi kali ini terjadi hampir bersamaan di berbagai titik, dengan tingkat kerusakan yang beragam.

“Dampak cuaca ekstrem menyebabkan bencana di delapan kecamatan, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Beberapa akses jalan tertutup total, dan kami masih menunggu alat berat untuk pembersihan,” jelasnya saat meninjau lokasi bencana di Desa Kutorenon, Sukodono.

BPBD Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama tujuh hari, mulai 1 hingga 7 November 2025. Penetapan ini dilakukan untuk mempercepat penanganan di lapangan, termasuk evakuasi warga terdampak, pembersihan material longsor, serta penyaluran bantuan logistik.

“Kami sudah mengirimkan tim asesmen dan melakukan koordinasi dengan dinas terkait. Fokus kami saat ini adalah membuka akses jalan dan mendistribusikan bantuan bagi warga yang terisolasi,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Lereng Gunung Semeru, Potensi Itu Ternyata Tersimpan di Balik Kulit Pisang

1 Juni 2026 - 10:03 WIB

Pokir DPRD Difokuskan untuk Fasilitas Umum dan Kebutuhan Warga Karangsari

30 Mei 2026 - 21:03 WIB

BGN Hentikan Sementara Operasional Enam SPPG di Lumajang, Distribusi MBG Ikut Terhenti

30 Mei 2026 - 16:40 WIB

BGN Tutup Sementara Enam SPPG di Lumajang, Tiga Dikelola Yayasan yang Sama

30 Mei 2026 - 12:49 WIB

Enam Dapur MBG di Lumajang Ditutup Sementara, Satgas Sebut Hasil Evaluasi Berjenjang BGN

30 Mei 2026 - 12:31 WIB

Di 11 Desa Lereng Semeru, Tradisi Tengger Terus Dijaga dari Generasi ke Generasi

29 Mei 2026 - 11:40 WIB

Trending di Daerah