Warga Lumajang Terisolasi Akibat Longsor dan Banjir, Delapan Kecamatan Dilanda Bencana Beruntun - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 2 Nov 2025 09:02 WIB ·

Warga Lumajang Terisolasi Akibat Longsor dan Banjir, Delapan Kecamatan Dilanda Bencana Beruntun


 Warga Lumajang Terisolasi Akibat Longsor dan Banjir, Delapan Kecamatan Dilanda Bencana Beruntun Perbesar

Lumajang, – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Lumajang, Sabtu (1/11/2025) malam, membuat ratusan warga di delapan kecamatan terisolasi. Material longsor menutup jalan dan banjir merendam permukiman, memaksa warga bertahan di rumah menunggu bantuan datang.

Cuaca ekstrem tersebut memicu bencana beruntun di Kecamatan Padang, Sukodono, Kedungjajang, Lumajang, Candipuro, Pronojiwo, Tempursari, dan Pasirian.

Kondisi ini membuat akses antarwilayah lumpuh dan sejumlah pemukiman terdampak banjir hingga setinggi satu meter.

Di Kecamatan Sukodono dan Candipuro, air mulai menggenangi rumah warga sejak malam hari. Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat yang lebih tinggi, sementara lainnya tetap bertahan sambil menunggu bantuan logistik.

Baca juga: Senduro Siap Jadi Kota Wisata Baru: Tiap Desa Punya Daya Tarik Sendiri

“Sampai pagi air belum surut. Jalan di depan rumah juga tertutup genangan, kami belum bisa keluar,” ujar Nur Aini, warga Desa Kutorenon, Sukodono, Minggu (2/11/2025).

Sementara itu, di wilayah perbukitan seperti Kecamatan Padang dan Kedungjajang, longsor menutup sejumlah ruas jalan vital.

Baca juga:Banjir Setinggi 1,5 Meter Rendam Tiga RW di Lumajang, Warga Mulai Dievakuasi

Longsor dengan tinggi delapan meter dan lebar sekitar 20 meter menutup akses antara Desa Padang dan Mojo, sedangkan material longsor di Dusun Gondang, Kedungjajang, menutup jalan penghubung Dadapan–Gucialit.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan bahwa bencana hidrometeorologi kali ini terjadi hampir bersamaan di berbagai titik, dengan tingkat kerusakan yang beragam.

“Dampak cuaca ekstrem menyebabkan bencana di delapan kecamatan, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Beberapa akses jalan tertutup total, dan kami masih menunggu alat berat untuk pembersihan,” jelasnya saat meninjau lokasi bencana di Desa Kutorenon, Sukodono.

BPBD Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama tujuh hari, mulai 1 hingga 7 November 2025. Penetapan ini dilakukan untuk mempercepat penanganan di lapangan, termasuk evakuasi warga terdampak, pembersihan material longsor, serta penyaluran bantuan logistik.

“Kami sudah mengirimkan tim asesmen dan melakukan koordinasi dengan dinas terkait. Fokus kami saat ini adalah membuka akses jalan dan mendistribusikan bantuan bagi warga yang terisolasi,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jam Kerja ASN Kota Malang Turun Jadi 32,5 Jam per Pekan Selama Ramadan

20 Februari 2026 - 14:38 WIB

BI Malang Siapkan Rp3,913 Triliun Uang Tunai untuk Ramadan dan Idulfitri 2026

20 Februari 2026 - 14:28 WIB

Bank Indonesia Jember Siapkan Rp1,9 Triliun Uang Baru untuk Lebaran 2026

20 Februari 2026 - 13:51 WIB

Temuan Pasutri Terdaftar di RDKK, Komisi B DPRD Jember Minta Kejelasan Data

20 Februari 2026 - 13:43 WIB

Jangan Lewatkan! Kuota Terbatas, Pendaftaran Mudik Gratis Lumajang 2026 Sudah Dibuka

20 Februari 2026 - 12:10 WIB

Komisi B DPRD Jember Desak Bupati Muhammad Fawait Evaluasi Kadis TPHP yang Mangkir RDP

19 Februari 2026 - 16:43 WIB

Trending di Daerah